51动漫

51动漫 Official Website

Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) pada Anak Usia Kurang dari 14 Tahun

Sumber: Halodoc
Sumber: Halodoc

Pada tahun 2024, terdapat 135.000 kasus tuberkulosis (TB) yang dilaporkan pada anak-anak Indonesia, yang merupakan bagian dari total 885.000 kasus TB di seluruh Indonesia. TB pada anak masih menjadi perhatian karena kerentanan anak-anak akibat imunitas yang belum sempurna, gizi buruk, dan kontak erat dengan pasien TB. Selain kasus TB anak, yang perlu mendapat perhatian serius juga adalah adanya Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB).

Infeksi Laten Tuberkulosis merupakan sebuah keadaan respon imun yang persisten dalam menstimulasi antigen Mycobacterium tuberculosis dengan tanpa adanya manifestasi klinis TB aktif. Tidak ada standar emas pemeriksaan untuk mengidentifkasi infeksi Mycobacterium tuberculosis pada manusia secara langsung. Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak memiliki tanda dan gejala TB tetapi berisiko berkembang menjadi penyakit TB aktif.

Suatu studi cross sectional deskriptif dilakukan pada anak-anak di Kabupaten Sidoarjo menggunakan metode Active Case Finding (ACF). Skrining TB aktif dilakukan melalui wawancara gejala, pemeriksaan dahak, sedangkan diagnosis TB laten menggunakan tes kulit tuberkulin (TST). Data status gizi diperoleh dari pengukuran indeks massa tubuh (IMT).

Dari total 870 anak yang terjaring selama ACF, prevalensi TB aktif 4% (35 anak) dan infeksi laten TB adalah sebesar 4,70% (41 anak). Anak ILTB sebanyak 46% memiliki status gizi kurang (IMT <18,5 kg/m虏), sebanyak 68%  memiliki kontak erat dengan pasien TB Aktif. Oleh karena itu, bagi anak yang tinggal serumah dengan penderita TB Aktif, perlu esktra waspada dalam melakukan upaya pencegahan. Penderita TB harus selalu menggunakan masker meski di dalam rumah, anggota keluarga terutama anak harus menjaga daya tahan tubuhnya. Status gizi kurang ditemukan secara dominan baik pada kasus TB laten maupun aktif, sehingga intervensi gizi dapat menjadi komponen penting dalam strategi penanggulangan TBC.

Penulis: Dr. Fariani Syahrul, SKM, M.Kes.

Detail penelitian bisa diakses di:

Jurnal Berkala Epidemiologi Volume 13 No.3 – September 2025

AKSES CEPAT