51动漫

51动漫 Official Website

Betulkah Pencahayaan Berpengaruh pada Kejadian TBC Paru?

Kabupaten Ponorogo saat ini berada di posisi ke-8 dalam peringkat angka kematian akibat penyakit Tuberkulosis (TBC) di wilayah Provinsi Jawa Timur. Penyakit TBC sendiri disebabkan oleh bakteri yang dikenal dengan nama Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyebar melalui droplet atau percikan kecil yang keluar dari saluran pernapasan penderita yang terinfeksi, terutama saat mereka batuk, bersin, atau berbicara. Kondisi ini membuat penyebaran TBC cukup mudah terjadi di lingkungan yang padat dan kurang higiene.

Untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian TBC paru di kalangan petani di daerah ini, dilakukan sebuah penelitian yang mengkaji pengaruh faktor lingkungan seperti pencahayaan, jenis lantai, dan jenis dinding rumah terhadap kejadian TBC paru.

Dalam penelitian tersebut, diambil sampel sebanyak 78 orang yang terbagi menjadi dua kelompok: 39 orang yang terdiagnosis TBC paru (kasus) dan 39 orang yang tidak terinfeksi TBC (kontrol).

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 72% dari responden tinggal di rumah yang pencahayaannya tidak memenuhi standar kelayakan. Artinya, sebagian besar rumah mereka tidak mendapatkan cukup cahaya matahari yang cukup untuk membantu menekan pertumbuhan bakteri TBC di lingkungan tempat tinggal mereka. Di sisi lain, sebanyak 79% responden tinggal di rumah yang memiliki jenis lantai memenuhi syarat, dan 69% dari mereka tinggal di rumah dengan dinding yang juga memenuhi standar.

Analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pencahayaan rumah terhadap kejadian TBC paru. Dengan kata lain, pencahayaan yang buruk dapat meningkatkan risiko seseorang terkena TBC paru. Sebaliknya, tidak ditemukan pengaruh yang signifikan dari jenis lantai maupun jenis dinding terhadap kejadian TBC paru. Hal ini menunjukkan bahwa faktor pencahayaan memiliki peran yang lebih penting dibandingkan dengan faktor struktural rumah lainnya dalam kaitannya dengan risiko penyakit ini.

Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa menjaga pencahayaan di tempat tinggal sangat penting. Cahaya matahari memiliki fungsi biologis yang penting, termasuk dalam membunuh bakteri penyebab TBC. Oleh karena itu, masyarakat di daerah ini disarankan untuk memastikan bahwa cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah secara leluasa. Caranya cukup sederhana, yaitu dengan rutin membuka pintu dan jendela setiap pagi agar sinar matahari bisa masuk dan membantu mensterilkan lingkungan tempat tinggal dari bakteri berbahaya tersebut. Dengan langkah kecil ini, diharapkan dapat membantu menurunkan angka kejadian TBC di wilayah Kabupaten Ponorogo dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara umum.

Penulis: Dr. Sri Widati.,S.Sos.,M.Si

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://e-journal.unair.ac.id/JBE/article/view/62498

Sri Widati, Aziza Zahrotul Adha, Citra Anggun Kinanthi, Wong Arkers Kwan Ching(2025).

 The Influence of Lighting, Floor Type and Wall Type on the Pulmonary Tuberculosis in Farmers

Jurnal Berkala Epidemiologi  Vol. 13 No. 3 September Tahun 2025

DOI :

AKSES CEPAT