Di negara-negara Asia Tenggara, di mana prevalensi hipertensi meningkat pesat, terdapat kelangkaan penelitian yang meneliti bagaimana pasien mengelola praktik perawatan diri mereka (Irwan et al., 2022). Penyakit tidak menular tertinggi di Indonesia adalah hipertensi (68,6%). Prevalensi hipertensi di Indonesia adalah 658.201 orang, sedangkan lansia yang menderita hipertensi sebesar 63,5% (Riskesdas Kemenkes, 2018). Peneliti menemukan bahwa pengasuh berjuang untuk memberikan perawatan yang memadai bagi lansia dengan hipertensi (Boonyathee et al., 2021). Keluarga memiliki peran penting dalam membantu lansia dengan hipertensi menjadi mandiri. Keterlibatan keluarga sebagai pengasuh berdampak positif terhadap penanganan hipertensi pada lansia (Silva et al., 2021). Pengasuh memiliki peran penting dalam merawat lansia dengan hipertensi agar menjadi mandiri (Rae et al., 2022; Elvira, 2018). Pengasuh memiliki dampak positif terhadap penanganan lansia. Dukungan pengasuh memiliki efek meningkatkan gaya hidup dan mengurangi stres (Wasmani et al., 2022). Pengasuh memainkan peran penting dalam memastikan kepatuhan pengobatan dengan memantau dosis, jadwal, dan metode pemberian obat yang benar (Kabia et al., 2022). Upaya tersebut bertujuan untuk memberdayakan pengasuh guna meningkatkan kemampuan mengasuh dan sikap keluarga mereka. Meskipun ada banyak penelitian tentang cara memberdayakan pengasuh lansia penderita hipertensi, masih sedikit penelitian tentang bentuk pemberdayaan yang paling efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi jenis pemberdayaan yang dapat meningkatkan hipertensi pada lansia.
Penulis: Prof. Dr. Ah. Yusuf S., S.Kp., M.Kes.





