51动漫

51动漫 Official Website

Jenis Persalinan Mempengaruhi Kemampuan Ibu dalam Menyusui

Foto by Alodokter

Menyusui merupakan kodrat dan tugas reproduksi seorang perempuan yang memberikan manfaat yang besar bagi ibu dan bayinya. Menyusui merupakan investasi terbaik untuk kelangsungan hidup serta meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, ekonomi individu dan bangsa. Ketika seorang ibu menyusui, dia tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi bagi bayinya, juga mendapat manfaat dari menyusui yaitu meningkatkan kontraksi uterus, mengurangi perdarahan pada ibu nifas, mengatur jarak kelahiran dan membantu ibu menurunkan berat badan seperti sebelum hamil, menurunkan tingkat kecemasan ibu kejadian postpartum depresi serta menurunkan resiko terjadinya kanker payudara  (Abbasi, 2019).

Faktor yang menyebabkan ibu gagal memberikan ASI eksklusif  adalah tingkat pengetahuan ibu yang rendah (p=0,008), sikap ibu tentang pemberian ASI eksklusif negatif (p=0,002) dan tidak adanya dukungan dari petugas kesehatan (p=0,002). (Fatima et al. 2020). Pengetahuan ibu yang rendah tentang menyusui salah satunya adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang tehnik menyusui yang benar, yaitu tentang posisi pelekatan yang benar. Kesalahan posisi pelekatan saat menyusui dapat menyebabkan puting lecet, dan ini menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif (Handayani, Dewi, and Munira 2020).

Posisi perlekatan saat menyusui merupakan bagian dari teknik dan metode menyusui yang benar. Indikator untuk menilai keterampilan perlekatan selama menyusui meliputi menilai posisi mulut bayi terhadap payudara, menilai suara menelan, menilai jenis puting susu, menilai kenyamanan puting dan payudara ibu selama menyusui dan menilai postur menyusui yang benar (Fidina D.N., 2016). Ibu post partum  harus mampu menguasai atau memahami teknik menyusui yang benar,  salah satunya adalah posisi perlekatan saat menyusui. Pada awal kelahiran bayi pertama, ibu mungkin mengalami berbagai masalah dalam menyusui, seperti cara memposisikan payudara saat menyusui bayi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50 responden (41,7%) melahirkan melalui pervaginam dengan 25 responden (20,9%) memiliki kemampuan menyusui yang baik dan 25 responden (20,9%) memiliki kemampuan menyusui kategori sedang. Pada ibu yang melahirkan melalui Sectio Cesarea berjumlah 70 responden (58,3%)  dengan 52 responden (43,3%) memiliki kemampuan menyusui dengan kategori sedang, 17 responden ( 14,1%) berkemampuan baik dalam menyusui, dan 1 responden (0,83%) responden masih memiliki kemampuan menyusui yang buruk. Sectio Cesarea adalah tindakan invasif untuk membantu persalinan yang tidak memungkinkan dilakukan secara pervagina atau normal yang diakibatkan adanya masalah pada kondisi ibu maupun janin (Ayuningtias, 2018). Waktu penyembuhan ibu melahirkan dengan Sectio Cesarea dapat  mempengaruhi ibu dalam usahanya memenuhi peran baru sebagai ibu salah satunya menyusui. Hal ini disampaikan  pada penelitian (Ariyanti et al., 2016) yang menyebutkan bahwa penyembuhan yang dialami ibu dengan Sectio cesarea lebih lama bila dibanding dengan jenis persalinan pervagina dan hal tersebut akan menghambat ibu untuk dapat menjalani peran barunya. Jenis persalinan akan memberikan kecenderungan pada pola perilaku ibu setelah melahirkan, termasuk diantara bagaimana ibu menaruh perhatian terhadap teknik yang ibu gunakan selama menyusui bayinya.

Penulis: Dr. Esti Yunitasari, S.Kp., M.Kes

Link Jurnal: https://www.balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/view/3752/2344

AKSES CEPAT