Intubasi endotrakeal adalah sebuah proses dimana sebuah tabung dimasukkan ke dalam trakea. Tabung ini disebut Endotracheal tube (ETT) yang dimasukkan melalui saluran nafas atas. Intubasi sendiri merupakan prosedur yang dilakukan untuk memberikan bantuan nafas pada pasien yang sedang dalam kondisi kritis dan tidak dapat bernafas secara spontan. Perawatan pada pasien yang terpasang ETT meliputi beberapa aspek. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya Ventilator Associated Penumoni (VAP) yang merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi dari pemasangan alat medis tersebut.
Ventilator-associated pneumonia (VAP) menjadi fokus utama bagi perawat dan tenaga kesehatan lain karena dapat menyebabkan peningkatan mortalitas, morbiditas, rawat inap, biaya ekonomi dan psikologis bagi pasien dan keluarganya. Perawatan pada pasien dapat dengan ventilator mengacu pada serangkaian intervensi untuk mencegah VAP yang disebut sebagai Ventilator Bundle. Ventilator Bundle mempunyai lima aspek yaitu, elevasi tempat tidur 30掳-45掳, Penghentian sedasi berkala, Profilaksis Trombosis, Profilaksis Ulkus peptikum dan Oral hygiene dengan tujuan agar infeksi pada paru-paru tidak terjadi.
Secara fisiologis, tubuh sebenarnya sudah memiliki mekanisme pertahanan agar paru-paru dapat terlindungi dari mikroba yang dapat menyebabkan infeksi. Mekanisme tersebut diantaranya seperti pertahanan secara anatomis pada laring dan glotis, reflek batuk, pembersihan mukosiliar, dan imunitas humoral dan seluler lokal. Mekanisme ini bermanfaat untuk mencegah timbulnya infeksi serius pada paru-paru seperti Pneumonia. Saat pasien dalam kondisi gawat dan harus dipasang ETT, mekanisme pertahanan ini kerjanya melemah dan akses mikroorganisme yang berpotensi menjadi patogen akan ke saluran napas bagian bawah. Aspirasi patogen ini dapat terjadi tidak hanya dapat terjadi saat intubasi orotrakeal, namun juga prosedur invasive lain seperti bronkoskopi, atau aspirasi trakea dengan translokasi selama intubasi orotrakeal atau melalui aliran sekresi supraglotik melalui lipatan manset tabung endotrakeal (ETT).
Bakteri penyebab VAP biasanya berasal dari orofaring, namun juga dapat berasal dari saluran pencernaan walaupun jarang terjadi. Biasanya mikroorganisme yang menyebabkan VAP pada hari-hari pertama ventilasi mekanis (pernafasan dibantu dengan alat), merupakan flora normal pada orofaring. Namun, dengan bertambahnya waktu penggunaan ventilasi mekanik, kemungkinan infeksi oleh bakteri yang resisten menjadi meningkat. Bakteri yang paling sering menyebabkan VAP adalah Gram-negatif Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, dan spesies Acinetobacter, dan Gram-positif Staphylococcus aureus.
Drainase sekresi subglotis (SSD) sebagai bagian dari VAP bundle adalah upaya yang dirancang untuk mengurangi kejadian VAP melalui pencegahan mikroaspirasi sekresi orofaringeal. SSD telah terbukti mengurangi kejadian VAP dan dapat mengurangi durasi ventilasi mekanik pada pasien yang membutuhkan lebih dari 48-72 jam intubasi endotrakeal. Tabung endotrakeal dengan port SSD dapat bermanfaat bagi pasien tersebut. Beberapa pedoman merekomendasikan tindakan SSD setiap 6 hingga 8 jam sebagai bagian dari pendekatan pencegahan multimodal hospital-acquired pneumonia/ventilator-associated pneumonia (HAP/VAP) di ICU. Pada penelitian sebelumnya juga disebutkan bahwa drainase sekresi subglotis memiliki sejumlah bukti yang mendukung penggunaannya sebagai intervensi untuk pencegahan VAP. Selain itu, SSD dapat mengurangi lama tinggal di ICU tetapi tidak dengan angka kematian. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan SSD intermiten dan berkelanjutan, dan penelitian berkualitas lebih tinggi diperlukan untuk menentukan peran potensial SSD dalam asuhan keperawatan.
Penulis: Yulis Setiya Dewi, S.Kep., Ns., M.Ng.
Link Jurnal: Dewi, Y. S., Arifin, H., Pradipta, R. O., Qona檃h, A., Rosita, R., Giatin, C. N., & Dawod Kamel Gauda, A. (2023). Efficacy of Intermittent and Continuous Subglottic Secretion Drainage in Preventing the Risk of Ventilator-Associated Pneumonia: A Meta-Analysis of Randomized Control Trials. Medicina, 59(2), 283. https://doi.org/10.3390/medicina59020283





