51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Judul: Persalinan di Fasilitas Kesehatan di Papua: Tantangan di Balik Cakupan yang Rendah

Dampak Midwife-Led Care terhadap Mode Persalinan
Ilustrasi proses persalinan (sumber: Liputan6)

Setiap ibu hamil berhak melahirkan dengan aman dan didampingi tenaga kesehatan terlatih. Namun, bagi banyak perempuan di wilayah terpencil seperti Papua, akses untuk melahirkan di fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan besar. Padahal, persalinan di fasilitas kesehatan merupakan salah satu kunci penting untuk menurunkan angka kematian ibu.
Berdasarkan penelitian terbaru yang menganalisis data 2.275 perempuan di Papua, hanya sekitar 50,1% persalinan yang dilakukan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, atau klinik bersalin. Artinya, hampir setengah dari persalinan masih berlangsung di rumah, sering kali tanpa bantuan tenaga medis yang memadai.
Faktor yang Memengaruhi
Penelitian ini mengungkap bahwa setidaknya ada sembilan faktor yang berhubungan erat dengan rendahnya cakupan persalinan di fasilitas kesehatan:

  • Lokasi Geografis: Perempuan di wilayah pesisir memiliki akses lebih baik dibandingkan mereka yang tinggal di Pegunungan Tengah Papua. Wilayah pedesaan juga menunjukkan cakupan yang jauh lebih rendah (36,4%) dibandingkan perkotaan (80,3%).
  • Tingkat Pendidikan: Semakin tinggi pendidikan ibu, semakin besar kemungkinan ia melahirkan di fasilitas kesehatan. Hanya 18,6% perempuan tanpa pendidikan yang melahirkan di fasilitas kesehatan, sementara pada ibu dengan pendidikan tinggi angkanya mencapai 81,6%.
  • Status Pernikahan: Perempuan yang menikah dua kali lebih mungkin melahirkan di fasilitas kesehatan dibandingkan dengan janda atau yang bercerai. Dukungan suami ternyata berperan penting dalam pengambilan keputusan.
  • Status Ekonomi: Meskipun sudah ada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Asuransi Kesehatan Papua (ASKes Papua), perempuan dari keluarga miskin masih sulit mengakses layanan. Kelompok “hampir miskin” justru paling rentan karena sering kali tidak terjangkau program bantuan penuh.
  • Kunjungan ANC Lengkap: Ibu yang melakukan minimal 6 kali kunjungan antenatal care (ANC) selama kehamilan hampir 4 kali lebih mungkin melahirkan di fasilitas kesehatan. Sayangnya, banyak perempuan di daerah terpencil kesulitan memenuhi standar ini.
  • Usia dan Jumlah Anak: Ibu berusia lebih muda dan yang memiliki lebih banyak pengalaman melahirkan cenderung lebih memilih persalinan di fasilitas kesehatan.
  • Status Pekerjaan: Menariknya, ibu yang tidak bekerja justru lebih mungkin melahirkan di fasilitas kesehatan. Kemungkinan hal ini terkait dengan fleksibilitas waktu untuk mengakses layanan kesehatan.
    Apa yang Perlu Dilakukan?
    Penelitian ini menyimpulkan bahwa sekadar menyediakan asuransi kesehatan saja tidak cukup. Diperlukan pendekatan yang menyeluruh dan melibatkan banyak sektor, antara lain:
    ¢ Pembangunan infrastruktur kesehatan dan transportasi di daerah terpencil.
    ¢ Pendidikan kesehatan bagi masyarakat, terutama perempuan, tentang pentingnya persalinan aman.
    ¢ Peningkatan kualitas dan jangkauan layanan ANC, misalnya melalui kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan.
    ¢ Pelibatan suami dan keluarga dalam proses kehamilan dan persalinan.
    ¢ Memastikan semua lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan, benar-benar terjangkau oleh program asuransi kesehatan.
    Dengan upaya bersama, diharapkan lebih banyak ibu di Papua dapat melahirkan dengan selamat, mengurangi risiko kematian ibu, dan mewujudkan generasi yang lebih sehat di masa depan.
  • Penulis: Dr. Ernawaty, drg., M.Kes
    Informasi lengkap dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel:
    œFactors associated with institutional delivery in remote areas: a cross-sectional survey in Papua Region, Indonesia “
    Putri, N.K., Laksono, A.D., Ernawaty et al. Factors associated with institutional delivery in remote areas: a cross-sectional survey in Papua Region, Indonesia. BMC Pregnancy Childbirth 25, 1124 (2025).
    https://doi.org/10.1186/s12884-025-08231-6
    https://bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12884-025-08231-6

AKSES CEPAT