51动漫

51动漫 Official Website

Kadar Gula Darah Pengaruhi Kondisi Darah Penderita Luka Kaki Diabetes

Ilustrasi pengecekan gula darah. (sumber: klikdokter.com)

Sebuah studi terbaru menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kadar gula darah dengan kondisi darah pasien diabetes mellitus (DM) yang mengalami luka kaki (ulkus diabetes). Penelitian ini diketuai oleh Candra Kusuma Negara dibawah supervisi langsung Prof. Dr. Tintin Sukartini, SKp., M.Kes sekaligus sebagai anggota tim penelitian. Penelitian ini dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin melibatkan 30 pasien dengan kadar gula darah tinggi (rata-rata 311 mg/dL). Mereka dianalisis menggunakan alat hematologi otomatis dan metode pengukuran gula darah cepat (POCT).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar gula darah, semakin besar kemungkinan pasien mengalami gangguan pada komponen darah, seperti rendahnya kadar hemoglobin dan hematokrit. Sebanyak 43,3% pasien mengalami kadar hemoglobin rendah, sedangkan 70% memiliki hematokrit di bawah normal. Indeks eritrosit seperti MCV (Mean Corpuscular Volume) dan MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin) juga terpengaruh yang menarik, laju endap darah (LED), penanda adanya peradangan, meningkat drastis pada 90% pasien. Ini menunjukkan bahwa peradangan kronis sangat umum terjadi pada pasien diabetes dengan luka, memperburuk kondisi mereka.

Fakta menemukan bahwa sebagian besar penderita adalah perempuan usia 5059 tahun. Hal ini sejalan dengan riset sebelumnya yang menyatakan bahwa wanita cenderung memiliki risiko komplikasi diabetes lebih tinggi, terutama karena pengaruh hormonal dan perubahan komposisi tubuh seiring bertambahnya usia. Menurut Prof. Dr. Tintin Sukartini dari hasil wawancara mengemukakan bahwa 淟uka kaki diabetes bukan hanya masalah lokal di kaki, tetapi mencerminkan gangguan sistemik tubuh akibat kadar gula yang tak terkontrol, Prof juga menambahkan bahwa pemantauan gula darah secara berkala dan penilaian hematologi penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti amputasi.

Temuan penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan menyeluruh dalam penanganan DM, termasuk pemeriksaan darah rutin dan edukasi pasien untuk menjaga kadar gula tetap stabil. Dukungan dari perawat, dokter, dan keluarga menjadi kunci dalam mencegah dampak buruk dari komplikasi diabetes. Penelitian ini merupakan kolaborasi multidisiplin yang melibatkan akademisi dari beberapa institusi Pendidikan meliputi Yulis Setiya Dewi, Nursalam, Endang Pertiwiwati, Lucia Andi, Rifda, Devi, dan Irfan Maulana. Penelitian ini memperkaya litelatur global tentang diabetes Mellitus.

Penulis: Prof. Dr. Tintin Sukartini, S.Kp., M.Kes

Penelitian ini didanai oleh Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Indonesia Nomor: 1798/B/UN3.LPPM/PT.01.03/2024 dan telah dipublikasikan di Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research dengan DOI: 10.4103/ijnmr.ijnmr_294_23.

AKSES CEPAT