Indonesia merupakan salah satu negara dengan defisiensi mikronutrien. Prevalensi malnutrisi pada ibu hamil mengalami peningkatan, termasuk defisiensi mikronutrien seperti anemia sebanyak 37,1%, hal ini berdampak pada anak-anak Indonesia dimana didapatkan anemia sebesar 28,1%. Anemia dan kekurangan vitamin D merupakan dua defisit mikronutrien yang umum terjadi pada ibu hamil, dimana kondisi ini juga berkontribusi terhadap asupan nutrisi yang buruk pada janin, selain itu anemia berdampak pada pertumbuhan, fungsi jantung, sistem kekebalan tubuh, dan perkembangan kognitif mereka. Anemia didefinisikan sebagai kadar hemoglobin rendah yang dikombinasikan dengan nilai feritin rendah atau nilai saturasi transferritin tinggi. Ibu hamil dengan anemia dan defisiensi vitamin D memiliki risiko infeksi transplasenta yang signifikan, yang menyebabkan janin kekurangan asupan mikronutrien, sehingga rentan terhadap infeksi
Beberapa literatur menyatakan kaitan antara ibu hamil dengan defisiensi feritin dan vitamin D yang rendah berdampak pada kesehatan bayi baru lahirnya. Risiko infeksi dapat diukur dengan menggunakan sitokin pro-inflamasi seperti interleukin 6 (IL-6) dan sitokin T-regulatory seperti interleukin 10 (IL-10) dan transforming growth factor beta (TGF-尾). IL-6 adalah sitokin inflamasi yang rentan terhadap infeksi pada neonatus, dan jika digabungkan dengan IL-10, merupakan sinyal khusus yang digunakan untuk mengevaluasi sepsis neonatal. Sementara itu, TGF-尾 bertindak sebagai imunosupresan selama infeksi dengan menurunkan kadar IL-6.
Seratus empat belas bayi baru lahir Indonesia yang sehat yang lahir dari ibu yang terpapar asap rokok diteliti untuk menentukan status gizi melalui darah dari tali pusat. Penelitian observasional ini dilakukan dari September 2023 hingga Oktober 2024 di sebuah rumah sakit tersier di Indonesia. Sebagian besar partisipan adalah laki-laki (51,8%) dengan berat badan 3055,95卤403,79 g dan tinggi badan 48,42卤2,16 cm. Status gizi meliputi kadar vitamin D (16,01卤6,57 ng/mL), feritin (12,66卤2,99 碌g/L), dan hemoglobin (16,17卤11,42 mg/dL). Pengukuran sitokin juga dilakukan termasuk kadar IL-6 (71,78卤164,84 pg/mL), IL-10 (260,31卤40,01 pg/mL), dan TGF-尾 (76,59卤74,29 ng/mL). Peserta mengalami defisiensi vitamin D (85,09%), feritin rendah (100%), dan hemoglobin rendah (1,75%). Analisis tidak menemukan hubungan signifikan antara vitamin D dengan sitokin dan hemoglobin dengan sitokin. Namun, ditemukan hubungan signifikan antara feritin dengan IL-10 (r= -0,324; p<0,001) dan feritin dengan TGF-尾 (r=0,188; p=0,045). Sebagian besar peserta memiliki feritin rendah tanpa anemia dan nilai IL-10 tinggi.
Feritin, protein penyimpanan zat besi utama, sangat penting untuk homeostasis zat besi dan terlibat dalam berbagai proses fisiologis dan patologis. Ketika infeksi terjadi, hal itu menyebabkan mekanisme perlindungan inang menghilangkan pasokan zat besi dari mikroba. Sitokin IL-10 mengatur penyerapan zat besi dengan meningkatkan ekspresi mRNA reseptor transferin pada monosit THP-1, sementara IFN-纬 menurunkan penyerapan zat besi dengan menurunkan ekspresi mRNA reseptor transferin pada sel yang sama. Selain itu, terdapat korelasi yang signifikan antara feritin dan TGF-尾 pada bayi baru lahir, di mana TGF-尾 memainkan peran penting sebagai pemicu diferensiasi eritroid. Selain itu, TGF-尾 juga berperan sebagai mekanisme penghambatan eritropoiesis yang dimediasi oleh sitokin.
Penulis : Dr. Azwin Mengindra Putera, dr, SpA(K)
Link:
Baca juga: Anemia sebagai penyebab kompleks dari eritema multiforme yang diinduksi obat pada Anak





