51动漫

51动漫 Official Website

Kampoeng Ramadhan Bekali Generasi Muda Wawasan Pernikahan dan Arah Kehidupan

Narasumber Kampoeng Ramadhan di UNAIR saat memberikan materi kepada para audiens
Narasumber Kampoeng Ramadhan di UNAIR saat memberikan materi kepada para audiens (Foto: Dok. Panitia)

UNAIR NEWS – Pernikahan khususnya di kalangan generasi muda, selalu menjadi pembicaraan yang menarik. Mulai dari pihak yang pro akan nikah muda, hingga kontra, semua memiliki cara pandangnya masing-masing. Dalam kajian Kampoeng Ramadhan, Minggu (1/3/2026), diskursus tersebut menjadi pembahasan utama.

淛adi, ada beberapa tipe anak muda zaman sekarang dalam memandang pernikahan. Tipe pertama yaitu si paling overthinking, si santuy, dan terakhir si perfeksionis, ungkap Prof Iman Harymawan SE MBA PhD, ketua 51动漫 (UNAIR) selaku pembicara.

Prof Iman melanjutkan, kesalahan penafsiran terhadap pernikahan rentan terjadi di zaman sekarang. Hal tersebut selaras dengan penjelasannya mengenai adanya tagline menolak nikah muda yang dipercaya akan merenggut kebebasan. 淪aya sebagai peneliti masih belum menemukan bukti tentang pernyataan bahwa nikah muda dapat merenggut kebebasan, ujarnya di Masjid Nuruzzaman, Kampus Dharmawangsa-B. 

Peserta Kampoeng Ramadhan di UNAIR saat mendengarkan materi dari para narasumber
Peserta Kampoeng Ramadhan di UNAIR saat mendengarkan materi dari para narasumber (Foto: Dok. Panitia)

Ia menambahkan bahwa cinta dan pernikahan yang sehat harus bermula dengan persiapan yang matang. Selain itu, project management tentang pengambilan keputusan juga perlu menjadi perhatian. 

淢ereka yang belum memiliki project management teratur akan melihat informasi tanpa mendalami maksudnya terlebih dahulu, contohnya fenomena nikah muda itu. Padahal, faktor kesiapan diri sangat penting sebelum memulai pernikahan meskipun ingin nikahnya di usia muda, imbuhnya. 

Sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan, seseorang membutuhkan keyakinan yang matang terutama jika menyangkut tentang hal-hal fundamental kepribadiannya. Ario Muhammad PhD, selaku narasumber kedua menjelaskan bahwa visi misi suatu individu menjadi hal yang penting sebelum menikah. 

淒i era ini kalau kalian setuju diajak nikah cuma modal janji manis saja, mending tolak. Karena visi misi seseorang akan menentukan bagaimana kepribadiannya sebelum dan sesudah menikah, ujar CEO and Founder Edufic & Main Nalar itu. 

Ia juga menuturkan tentang esensi kontrol diri dan pengelolaan emosi yang benar. Menurutnya, sebelum bertemu pasangan kita seseorang setidaknya harus menguasai dua hal tersebut.

Dengan berkolaborasi dengan Komunitas Belajar Asyik Klasik Zone dan Pendidikan Lestari Kampoeng Steak, CESGS UNAIR berharap kegiatan tersebut dapat membawa manfaat bagi para audiens. Selain itu, juga untuk menambah wawasan tentang pernikahan yang sehat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Penulis: Amelia Farah Putri Iswara

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT