51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Karakterisasi Biokomposit Bovine Amniotic Membrane Carbonat Hidroksiapatit Sebagai Kandidat Material Untuk Optimalisasi Penyembuhan Soket Tulang Alveolar Pasca Pencabutan Gigi

Pengambilan Keputusan Klinis dalam Memperbaiki atau Mengganti Tambalan Gigi yang Rusak
Sumber: Plasthetic Clinic

Pencabutan gigi merupakan prosedur yang umum dilakukan oleh dokter gigi. Percepatan penyembuhan luka pasca pencabutan gigi merupakan salah satu cara untuk mengurangi kehilangan tulang alveolar. Salah satu prosedur yang dapat dilakukan adalah prosedur optimalisasi penyembuhan soket tulang alveolar. Prosedur ini dapat dilakukan dengan menambahkan bone replacement materials. Biomaterial merupakan salah satu pilihan alternatif dalam penyembuhan luka. Membran amnion merupakan salah satu biomaterial baru yang telah banyak digunakan dalam penyembuhan luka. Salah satu sumber membran amnion berasal dari sapi, yaitu Bovine amniotic membrane (BAM).
Membran amnion memiliki sifat mekanik yang rendah sehingga mudah terdegradasi. Kemudahan degradasi membran amnion akan mempengaruhi struktur integritas yang penting saat penyembuhan luka pencabutan dengan pengobatan jangka panjang. Membran amnion harus dikombinasikan dengan mineral garam kalsium (Ca2+) untuk memperbaiki struktur dan meningkatkan osteogenesis. Carbonated hydroxyapatite (CHA) merupakan salah satu material alloplastic bone graft yang memiliki komposisi mirip dengan tulang manusia. CHA terbuat dari bahan sintetis yang berfungsi untuk menjaga ruang tetapi tidak mampu merangsang regenerasi tulang. CHA lebih cepat diserap oleh osteoklas dan kemudian digantikan oleh sel tulang baru yang lebih baik dibandingkan HA.
Biomaterial yang baik harus mampu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak dengan cepat, dengan bekerja melalui proses osseointegrasi, osteogenesis, osteoinduksi, dan osteokonduksi. Sampai saat ini belum pernah ada penelitian yang mengombinasikan BAM-CHA menjadi material biokomposit. Biokomposit dari material baru perlu dilakukan uji karakteristik material sebelum dilakukan uji in vivo. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakterisasi dari biokomposit BAM-CHA yang akan digunakan dalam perawatan medis untuk optimalisasi penyembuhan soket tulang alveolar pasca pencabutan gigi. Biokomposit BAM-CHA diharapkan akan dapat meningkatkan sifat material yang berperan pada soket tulang alveolar, serta memiliki kemampuan yang baik dalam meregenerasi jaringan tulang pasca pencabutan gigi.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Biokomposit BAM-CHA perbandingan 30:70, 35:65, 40:60 (w/w) menunjukkan tidak adanya perubahan gugus fungsi pada amida I, II, III, A, B, OH- dan PO43-, CO32-. Biokomposit BAM-CHA 30:70 (w/w) memiliki ukuran pori terbesar yaitu 203.063 µm dan rerata ukuran pori sebesar 105.0684 µm yang memenuhi kriteria ukuran pori sebagai preservasi soket tulang alveolar dengan ukuran pori 200“350 µm untuk osteokonduksi dan ukuran pori 20-125 µm untuk regenerasi jaringan keras. Biokomposit BAM-CHA 30:70 (w/w) memiliki persentase porositas sebesar 82,40 ± 4,47 %y ang memenuhi kriteria persentase porositas sebagai perservasi soket tulang alveolar dengan persentase 80-90%. Biokomposit BAM-CHA 30:70 (w/w) memiliki rasio Ca/P sebesar 1,92 yang mendekati kriteria rasio Ca/P tulang sebagai perservasi soket tulang alveolar dengan rasio sebesar 1.67. Sehingga pada penelitian ini didapatkan bahwa Biokomposit BAM-CHA 30:70 (w/w) memiliki karakteristik meliputi gugus fungsi, ukuran pori, persentase porositas, dan rasio Ca/P yang paling sesuai sebagai kandidat material untuk preservasi soket tulang alveolar.

Penulis : Elly Munadziroh
Departemen Dental Material, Fakultas Kedokteran Gigi, 51¶¯Âþ, Surabaya, Indonesia

Artikel ini dapat diakses secara lengkap pada :
Research J. Pharmacy and Technology. ISSN 0974-3618 (Print) 0974-360X (Online)
Open access under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Creative Commons License.
DOI: https://doi.org/10.52711/0974-360X.2025.00556
Situs Web Online:

AKSES CEPAT