Memiliki kulit yang mengalami penuaan dini (premature aging) merupakan salah satu hal yang sangat tidak diinginkan oleh setiap orang. Penuaan dini (premature aging) dapat disebabkan oleh radikal bebas atau Reaktive Oxigen Species (ROS) yang timbul akibat paparan UV dari sinar matahari. ROS dapat merusak fibroblast dan kolagen yang mengakibatkan timbulnya kerutan-kerutan pada kulit. Untuk mengatasi hal tersebut dapat digunakan produk sunscreen dan produk kosmetika yang mengandung antioksidan. Salah satu antioksidan yang dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah ubiquinone atau Co-enzyme Q10 (CoQ10).
Namun CoQ10 memiliki keterbatasan untuk berpenetrasi kedalam kulit karena memiliki sifat sukar larut dan molekulnya yang cukup besar, sehingga diupayakan penggunaan nanoteknologi yaitu sistem Nanostructured Lipid Carriers (NLC) yang terdiri dari kombinasi lipid cair dan lipid padat distabilkan oleh surfaktan. Untuk lebih meningkatkan kemampuan penetrasinya ditambahkan enhancer peppermint oil. Enhancer merupakan bahan yang dapat membantu meningkatkan penetrasi bahan kedalam kulit, sehingga penetrasinya semakin meningkat. Adanya penambahan peppermint oil yang merupakan lipid cair dapat mempengaruhi karakteristik dan stabilitas NLC.
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan peppermint oil dengan konsentrasi 1% (F2), 1,5% (F3) dan 2% (F4) terhadap karakteristik dan stabilitas NLC-CoQ10 menggunakan lipid cair virgin coconut oil (VCO) dan lipid padat kombinasi beeswax : oleum cacao (1 : 3) dibandingkan dengan yang tanpa penambahan pippermint oil (F1).
Diperoleh hasil penambahan peppermint oil dengan konsentrasi 1% (F2), 1,5% (F3) dan 2% (F4), menimbulkan bau khas peppermint oil, tidak mempengaruhi warna, konsistensi maupun morfologi NLC-CoQ10. Penambahan peppermit oil 1,5-2% menurunkan viskositas NLC-CoQ10, viskositas F3 sebesar 220.4 卤 5.3 cps dan F4 sebesar 219.9 卤 2.9 cps lebih rendah dari pada viskositas F1 sebesar 329.1 卤 15.5 cps dan F2 sebesar 307.6 卤 35.9 cps. Viskositas memiliki pengaruh terhadap pergerakan partikel, semakin encer maka pergerakan partikel semakin mudah sehingga pelepasan bahan aktif dari matrik sediaan semakin mudah. Penambahan peppermint oil 1-2 % tidak mempengaruhi nilai pH diperoleh nilai pH antara 6,30 sampai 6,36 dan berada pada rentang pH kulit sehingga diharapkan tidak menimbulkan iritasi saat digunakan. Penambahan peppermint oil 1-2% tidak berpengaruh terhadap ukuran partikel maupun polidispersity index (PI) NCL-CoQ10, seluruh formula memiliki ukuran partikel dibawah 300 nm termasuk yang mudah berpenetrasi kedalam kulit dan PI dibawah 0,3 yang menggambarkan seluruh formula memiliki ukuran partikel yang seragam atau homogen. Hasil uji stabilitas pada penyimpanan suhu ruang selama 30 hari, NLC-CoQ10 dengan penambahan peppermint oil 1-1,5% tetap stabil, sedangkan pada penambahan peppermint oil 2% mengalami perubahan konsistensi sejak hari ke 7 yaitu menjadi lebih encer. Hal tersebut dimungkinkan terjadi karena sifat dari peppermint oil yang dapat mencairkan lemak padat (liquefaction), semakin banyak peppermint oil yang ditambahkan NLC menjadi semakin cair. Hasil uji stabilitas dengan metode thermal cycle sebanyak tiga siklus, satu siklus terdiri dari penyimpanan NLC-CoQ10 pada suhu 40oC selama 48 jam dilanjutkan penyimpanan pada suhu 2-8oC selama 48 jam. Diperoleh hasil NLC-CoQ10 tanpa penambahan peppermint oil mengalami pemisahan sejak siklus yang pertama. Hal ini dapat disebabkan karena pada suhu kamar VCO mengalami pemadatan menyebabkan ukuran partikel menjadi lebih besar dan dapat mengakibatkan pemisahan sistem. Sedangkan pada NLC-CoQ10 dengan penambahan peppermint oil tidak mengalami pemisahan karena adanya peppermint oil dapat menghalangi proses pemadatan VCO. Hasil uji stabilitas menggunakan metode sentrifugasi seluruh formula stabil tidak mengalami pemisahan.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan penambahan peppermint oil 1-2 % memberikan bau khas pada NLC-CoQ10, tidak merubah pH, morfologi, ukuran partikel maupun polidispersity index. Penambahan peppermint oil 1-1,5 % meningkatkan stabilitas NLC-CoQ10.
Penulis: Prof. Dr. apt. Tristiana Erawati M., Dra., M.Si.
Informasi detail riset ini dapat diakses pada artikel kami di:
Tristiana Erawati*, Ermawati D. Agustin, Galina Meldaviati, Nabela N. Rohmah, Tutiek Purwanti, Andang Miatmoko, Esti Hendradi, Noorma Rosita, Dewi M. Hariyadi, 2022, Effect of Peppermint Oil on the Characteristics and Physical Stability of Nanostructured Lipid Carrier-CoQ10, Trop J Nat Prod Res, March 2022; 6(3):303-307





