51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Karakteristik Fisik Pulmosfer Kuersetin Menggunakan Kombinasi Alginat-Karagenan

Karakteristik fisik pulmosfer kuersetin menggunakan kombinasi alginat-karagenan

Indonesia merupakan negara kedua dengan jumlah kasus tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia dan pertama di Asia Tenggara menurut WHO Global Report 2020. Percobaan penelitian Quercetin telah terlaksana, sebagai terapi alternatif TB dan terbukti efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pulmosfer kuersetin menggunakan polimer kombinasi dan mempelajari karakteristiknya sebagai sistem penghantaran inhalasi. Polimer kombinasi memberikan keunggulan pulmosfer yang aman, mukoadhesif, dan bentukan yang kompak. Pembuatan pulmosfer dengan formula F1, F2, dan F3 (rasio polimer alginat dan karagenan masing-masing 1:1, 1:2, dan 1:3).

Pulmosfer dibuat dengan konsentrasi kuersetin 0,2%, alginat-karagenan (konsentrasi total polimer 1,8%), dan CaCl2 0,5 M. Dilakukan karakterisasi ukuran partikel, morfologi, kadar air (MC), rendemen, muatan obat, dan efisiensi penjebakan (EE). Hasil yang muncul adalah yield dari 83,89 hingga 86,30% ± 4,59%. Kadar air (MC) adalah dari 4,23 hingga 5,12% ± 0,05%. Ukuran partikel <3 µm (antara 2,19 dan 2,76 ± 0,149 µm), bentuk morfologinya bulat dan permukaan halus. Efisiensi enkapsulasinya adalah 60,69% ± 4,45% hingga 77,86% ± 1,74% dan pemuatan obat adalah 1,66“2,09% ± 0,15%. Formula F2 dengan perbandingan polimer 1:2 merupakan pulmosfer quercetin terbaik. Pulmosfer Quercetin ini potensial dari segi karakteristik fisiknya dan dapat direkomendasikan untuk studi selanjutnya yaitu uji pelepasan in vitro dan studi in vivo.

Penulis : Dewi Melani Hariyadi

Link:

Baca juga: Penghindaran Pajak dan Pelaporan Keberlanjutan, Strategi Penyelarasan atau Greenwashing?

AKSES CEPAT