Kanker ovarium merupakan peringkat kelima penyebab kematian akibat kanker di dunia. Kanker ovarium bisa dikatakan sebagai silent killer, karena mayoritas kasus penyakit ini asimtomatik (tanpa gejala). Meskipun penyebab pasti kanker ini belum dapat dijelaskan, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker ini diantaranya yaitu: riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau kanker payudara, penggunaan terapi penggantian hormon, dan riwayat endometriosis. Borderline ovarian tumor (BOT) adalah salah satu jenis neoplasma epitel tanpa invasi stroma. Sekitar 10-20% kasus kanker ovarium adalah jenis BOT. Varian utamanya adalah serous dan mucinous. Tumor ini seringkali ditemukan lebih cepat dan memiliki prognosis yang baik.
Usia menentukan prognosis kanker pasien, Usia saat pasien pertama kali didiagnosis, dikaitkan dengan penurunan kelangsungan hidup. Usia rata-rata pasien dengan BOT di dunia antara 40-50 tahun. Berdasarkan data, diketahui bahwa usia rata-rata pasien dengan BOT pada negara maju lebih rendah dibandingkan dengan usia rata-rata pasien di negara berkembang. Subtipe kanker ovarium yang paling umum adalah serosa dan mucinous. Sebagian besar tumor berukuran <10 cm.
Peningkatan kadar CA-125 (>35U/mL) dapat menentukan prognosis tumor. Rata-rata kenaikan kadar CA-I25 lebih tinggi pada kelompok tua dibandingkan kelompok muda. Tumor marker CA-125, tidak secara langsung mencerminkan volume tumor yang absolut. Perubahan tingkat CA-125 tidak didasarkan pada perubahan stadium tumor. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan CA-125 sebagai tumor marker, tidak dipengaruhi oleh tipe, ukuran, atau stadium tumor. Oleh karena itu, tetap harus dilakukan pemeriksaan histopatologis untuk mengetahuinya.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa gejala yang paling sering muncul adalah distensi abdomen, ketidaknyamanan di perut, dan nyeri perut. Selain itu, dilaporkan juga beberapa kasus tanpa gejala. Bilateralitas biasanya dikaitkan dengan subtipe histologis. Berdasarkan perbandingan tipe sel dan bilateralitasnya, para peneliti berhipotesis bahwa bilateralitas mungkin terkait dengan jenis sel. Namun penelitian lebih lanjut terkait hal ini tetap harus dilakukan.
Studi yang dilakukan oleh tim obgyn RSUD Dr.Soetomo ini merupakan studi pertama yang meneliti tetang peran usia dalam profil klinikopatologi Borderline Ovarian Tumor di Indonesia. Dari studi tersebut juga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara usia, histologis tipe Serous Borderline Ovarian Tumor (SBOT), dan peningkatan CA-125.
Penulis: Brahmana Askandar Tjokroprawiro
Artikel jurnal dapat diundur melalui link berikut:





