51动漫

51动漫 Official Website

Model Adaptasi Masyarakat Sebagai Pendekatan Baru Menuju Pemulihan Orang dengan Skizofrenia

IL by Kompas Health

Gangguan jiwa berat membebani semua pihak, termasuk pemerintah, keluarga, dan masyarakat, karena produktivitas mereka menurun, menyebabkan beban keuangan yang signifikan bagi keluarga dan caregivers.1,2 Pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa upaya untuk mengelola orang dengan gangguan jiwa berat, dengan membelanjakan layanan kesehatan dan melepas belenggu, yang keduanya mahal. Akibatnya, beberapa anggota masyarakat lebih memilih untuk menggunakan alternative pengobatan, seperti jamu, pijat, dan pengobatan tradisional lainnya pilihan.3 Di Indonesia, penderita gangguan jiwa berat masih dianiaya dan mengalami belenggu. Karena penderita memiliki a kambuh, keluarga mereka memutuskan untuk melakukan kurungan karena ketidakmampuan untuk membantu mengatasi situasi ini. Selanjutnya, keluarga malu karena masyarakat memegang stereotip negative orang dengan gangguan jiwa.4,5 Stigmatisasi yang terkait adalah umumnya dalam bentuk merendahkan, menstereotipkan, mendiskriminasi, menghina, menyalahkan, mengisolasi, menghindari, membuat frustrasi, dan tidak membantu perilaku. Hal ini menyebabkan pengalaman sosial negatif seperti isolasi, penolakan, marginalisasi, dan diskriminasi. Oleh karena itu, stigma mempengaruhi kemampuan penderita untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan akses ke perawatan medis yang tepat dan profesional.6,7 Pengobatan yang tidak tepat pada penderita menimbulkan gejala eksaserbasi, yang selanjutnya menyebabkan peningkatan ketergantungan, a respon yang lebih buruk terhadap pengobatan, dan beban yang lebih tinggi pada keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah. Orang-orang seperti itu yang kambuh membutuhkan perawatan terbaik dan pemantauan ketat untuk kesehatan mereka kemajuan untuk dilacak.8,9 Kurangnya sumber daya yang dimiliki masyarakat, seperti modal sosial, mempengaruhi bagaimana masyarakat mengevaluasi kondisi yang terjadi. Menurut Truelove et al.,10 proses penilaian masyarakat terkait untuk mengobati orang dengan gangguan mental yang parah dapat dijelaskan oleh Risk, Coping, and Social Appraisal (RCSA) model. Begitu ada kekurangan sumber daya di masyarakat, orang membantu satu sama lain dengan saling berbagi dan membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di dalam

Dalam hal ini, perilaku positif yang ditampilkan dipengaruhi oleh diri individu tersebut persepsi positif masyarakat dan norma-norma yang berlaku. RCSA menjelaskan bagaimana pengaruh tiga tahap penilaian social adaptasi tetapi gagal merinci proses adaptasi masyarakat. Menurut Wong,11 Model Kesesuaian Sumber Daya Efektif Koping menyatakan bahwa masyarakat mencapai koping yang efektif dengan menggunakan sumber daya secara tepat dan sesuai, namun tidak mencukupi sumber daya menyebabkan ketidakefektifan. Model ini menggambarkan coping strategi yang dipilih oleh masyarakat yaitu penggunaan yang tersedia sumber daya. Modal sosial merupakan salah satu sumber daya yang ada di masyarakat, digunakan dalam merawat orang dengan gangguan mental yang parah, dan dapat digunakan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan tertentu. 13 Aldrich dan Meyer menggambarkan istilah ini sebagai sumber daya yang terbentuk dari hubungan social dengan orang lain.12 Selain itu, dibagi menjadi tiga jenis, yaitu adalah bonding, bridging, dan linking modal sosial. Jenis pertama adalah a ikatan antara individu yang dekat secara emosional, seperti teman dan keluarga. Penting untuk dicatat bahwa ikatan sosial yang lebih kuat memberikan dukungan sosial dan bantuan pribadi dalam merawat orang dengan cacat mental. Yang kedua adalah ikatan yang terbentuk dalam suatu hal tertentu kelompok sosial karena perbedaan demografi dan sumber daya di masyarakat. Ini secara khusus dicirikan oleh lembaga-lembaga sipil dan kebijakan pemerintah daerah. Sedangkan yang ketiga adalah koneksi jaringan antara anggota masyarakat dengan pemerintah daerah. 12,14,15 Beberapa komponen modal sosial yang kurang optimal adalah hubungan antar tetangga, toleransi terhadap orang dengan gangguan jiwa, dan sikap proaktif. Wawancara hasilnya menunjukkan adanya rasa takut anggota masyarakat untuk membantu tetangga yang sakit jiwa karena merasa bahwa penderitanya bukan kerabatnya atau mereka takut mengalami perilaku kekerasan. Masyarakat terganggu setelah beberapa orang tinggal di masyarakat dengan gangguan mental yang parah kambuh atau memburuk.

Parsons menggambarkan subsistem ekonomi, politik, hukum, dan budaya terkait dengan empat fungsi komunitas, yaitu adaptasi, pencapaian tujuan, dan integrasi, serta pemeliharaan dan penegakan pola komunitas plus struktur (pola laten pemeliharaan). Keempat subsistem ini menjalankan fungsinya masing-masing tetapi saling berhubungan dalam mewujudkan sistem social secara keseluruhan.16,17 Model adaptasi yang dikembangkan dalam penelitian ini terkait dengan sumber daya sosial, khususnya modal sosial dan faktor stigma, yang memengaruhi keyakinan orang tentang tingkat keparahan dan kerentanan dari penderita. Masyarakat dengan efikasi kolektif yang tinggi, respons kemanjuran, identitas komunitas, dan norma yang kuat memengaruhi yang terpilih strategi koping. Juga, masyarakat mampu beradaptasi menjadi lebih tangguh untuk membantu orang yang menderita gangguan mental berat. Memahami peran masyarakat dalam merawat orang sakit diperlukan proses adaptasi masyarakat. Adaptasi yang baik meningkatkan masyarakat ketahanan dengan merawat orang dengan penyakit mental yang parah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat model adaptasi masyarakat dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dalam merawat orang dengan skizofrenia. Hipotesis yang dipertimbangkan meliputi Hipotesis 1 (H1): Sosial modal mempengaruhi penilaian masalah; H2: Modal sosial berpengaruh terhadap social mendukung; H3: Modal sosial mempengaruhi adaptasi masyarakat; H4: Sosial modal mempengaruhi ketahanan masyarakat; H5: Stigma mempengaruhi masalah penilaian; dan H6: Stigma berpengaruh terhadap resiliensi masyarakat. Lebih-lebih lagi, H7: Problem appraisal mempengaruhi strategi koping; H8: Dukungan sosial mempengaruhi strategi koping; H9: Strategi koping mempengaruhi adaptasi masyarakat; H10: Dukungan sosial mempengaruhi adaptasi masyarakat; H11: Strategi koping memengaruhi ketahanan masyarakat; dan H12: Adaptasi masyarakat mempengaruhi ketahanan masyarakat.

Penulis: Prof. Dr. Ah. Yusuf S., S.Kp., M.Kes.

Jurnal:

AKSES CEPAT