Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio lipid yang berbeda dari Compritol 888 ATO sebagai lipid padat dan Miglyol 812 sebagai lipid cair terhadap karakteristik fisikokimia, efisiensi penjebakan, dan stabilitas Nanostructured Lipid Carriers (NLC) yang memuat Koenzim Q10. NLC adalah dispersi koloid yang terdiri dari fase lipid terdispersi yang distabilkan oleh pengemulsi, fase lipid dalam NLC dibentuk dari campuran lipid cair dan padat. Koenzim Q10 (CoQ10) adalah antioksidan yang biasa digunakan untuk mencegah proses penuaan kulit. Untuk pemakaian topikal, CoQ10 sulit menembus kulit karena berat molekulnya yang tinggi dan sifatnya praktis tidak larut dalam air. NLC dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Compritol 888 ATO telah digunakan dalam beberapa penelitian sebagai lipid padat karena kemampuannya melarutkan CoQ10 dan menjebaknya dengan baik. Sedangkan untuk lipid cair, beberapa penelitian menggunakan Miglyol 812 karena kemampuannya meningkatkan kelarutan bahan sehingga meningkatkan kapasitas pemuatan obat dan meminimalkan pengusiran obat dari sistem selama penyimpanan. Pada penelitian ini, NLC dibuat pada beberapa rasio Compritol 888 ATO dan Miglyol 812 (70:30, 80:20, dan 90:10) dengan total lipid 10% dari formula.
NLC yang memuat Koenzim Q10 (NLC-CoQ10) dibuat menggunakan metode High Shear Homogenization. Compritol 888 ATO dan Miglyol 812 dilebur pada suhu 80 掳C, kemudian ditambahkan CoQ10. Secara terpisah disiapkan surfaktan (Poloxamer 188) dalam larutan buffer fosfat dan dipanaskan pada suhu 80 掳C. Fase air ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam fase minyak sambil diaduk dengan kecepatan 3400 rpm. Kemudian secara perlahan ditambahkan campuran propilen glikol dan larutan buffer fosfat pada suhu yang sama. Setelah semua bahan ditambahkan, campuran dihomogenkan dengan high shear homogenizer pada 20.000 rpm selama 5 menit dalam tiga siklus dengan pemanasan konstan pada suhu 80 掳C. Hasilnya didinginkan sambil diaduk dengan kecepatan 500 rpm hingga suhu ruang.
Pengamatan organoleptik menunjukkan bahwa NLC-CoQ10 berwarna kuning, berbau khas, dan memiliki bentuk semipadat serta tekstur lunak. PH rata-rata semua formula sesuai dengan pH kulit normal yakni 4 – 6. Interaksi obat dengan eksipien yang ada dalam formula diperiksa menggunakan FTIR dan DSC. Spektra FTIR dari NLC-CoQ10 tidak menunjukkan puncak tambahan bila dibandingkan dengan spektra FTIR dari bahan penyusun. Sedangkan pada termogram DSC, terdapat puncak yang titik lelehnya lebih tinggi dibandingkan dengan lipid dalam jumlah besar. Kemungkinan ini merupakan indikasi bahwa ada ikatan baru yang terbentuk, tetapi tidak terdeteksi dalam spektra FTIR karena bukan merupakan ikatan kovalen. Ikatan yang terbentuk kemungkinan adalah ikatan hidrofobik, yang dapat terjadi karena sistem dibentuk dari beberapa bahan hidrofobik.
Penelitian ini menemukan bahwa peningkatan rasio lipid cair menghasilkan ukuran partikel yang lebih kecil. Lipid cair membantu melarutkan obat sehingga memungkinkan ukuran partikel sistem menjadi lebih kecil. Indeks polidispersitas menunjukkan hasil rata-rata < 0,5, hal ini menunjukkan distribusi ukuran partikel yang homogen dalam sistem. Kestabilan dispersi koloid ditunjukkan oleh nilai potensial zeta. Hasil rata-rata zeta potensial pada penelitian ini di bawah -10 mV. Secara umum, potensial zeta dari dispersi nano yang bernilai di luar kisaran 30 mV dapat mencegah agregasi partikel karena adanya tolakan listrik. Walaupun beberapa penelitian dengan nilai zeta potensial yang lebih rendah masih memberikan bentuk yang stabil selama penyimpanan.
Nilai viskositas menurun dengan meningkatnya jumlah lipid cair dalam formula. Sedangkan hasil uji efisiensi penjebakan meningkat dengan meningkatnya rasio lipid cair. Hal ini sesuai dengan teori bahwa rasio lipid cair yang lebih tinggi dapat meningkatkan fleksibilitas inti NLC dengan memengaruhi ketidaksempurnaan pada kisi kristal, menyebabkan banyak obat terperangkap dalam sistem selama pemadatan fase lipid, dan juga dapat menurunkan viskositas serta memperkecil ukuran partikel.
Hasil uji stabilitas NLC-CoQ10 menunjukkan bahwa perbedaan rasio lipid padat dan cair dalam formula tidak mengubah nilai pH dan indeks polidispersitas secara signifikan, tetapi secara statistik menyebabkan ukuran partikel dan viskositas berubah selama penyimpanan. Ada peningkatan ukuran partikel dan viskositas selama penyimpanan, yang menunjukkan adanya penggabungan partikel kecil. Hal ini menunjukkan bahwa sistem belum cukup stabil sehingga masih diperlukan optimasi untuk mendapatkan sistem terbaik yang memiliki masa simpan yang panjang. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan rasio Compritol 888 ATO dan Miglyol 812 dalam NLC-CoQ10 tidak berpengaruh secara signifikan terhadap indeks polidispersitas, potensial zeta, dan nilai pH. Namun, efisiensi penjebakan, ukuran partikel, dan viskositas dari ketiga formula menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Penulis: Esti Hendradi
Jurnal: Physicochemical Characteristics, Entrapment Efficiency, and Stability of Nanostructured Lipid Carriers Loaded Coenzyme Q10 with Different Lipid Ratios





