51动漫

51动漫 Official Website

Kebijakan untuk Mengurangi Angka Berat Badan Lahir Rendah di Indonesia: Siapa yang Harus Menjadi Sasaran?

Foto by Kompas com

Berat lahir merupakan indikator penting untuk mengukur status gizi bayi. Bayi dikategorikan memiliki berat lahir rendah jika berat badannya ketika lahir <2500 g. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah (BBLR) memiliki risiko tinggi mengalami keterlambatan pertumbuhan, penundaan perkembangan saraf otak, dan penyakit lainnya pada tahap perkembangan. Dampak lain dari kasus BBLR adalah meningkatnya kematian neonatal secara global sekitar 60-80%.

Indonesia merupakan negara berkembang yang menempati peringkat kelima dengan jumlah bayi BBLR tertinggi di antara 88 negara di seluruh dunia. Pada tahun 2018, tren bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di Indonesia sebesar 6,2%, yang mana angka ini mengalami penurunan sebesar 4% dari tahun 2013. Meskipun Indonesia mengalami penurunan angka BBLR, persentase ini belum mencapai target penurunan kasus sebesar 3% per tahun. Situasi ini juga terkait dengan jumlah kejadian stunting yang disebabkan oleh BBLR. Kejadian stunting di Indonesia mencapai 37,8% pada tahun 2015 dan 31% pada tahun 2018. Penurunan persentase ini belum mencapai target penurunan tahunan sebesar 7,3%.

Berdasarkan faktor-faktor yang terkait dengan BBLR, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mempercepat tingkat gizi melalui program ‘Scaling Up Nutrition (SUN)’. pada rencana pembangunan jangka panjang (2005-2025), pemerintah Indonesia berfokus pada 1000 hari pertama kehidupan melalui pemenuhan gizi bagi ibu hamil hingga bayi berusia dua tahun. Pemerintah melakukan sinergi lintas sektor melalui langkah-langkah konkret untuk meningkatkan produksi pangan, pengolahan, dan konsumsi yang memenuhi kebutuhan gizi. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kesadaran gizi, promosi, pendidikan tentang aktivitas fisik dan kesehatan, serta akses kepada layanan gizi berbasis sains dan teknologi berkualitas. Berbagai upaya ini akan memberikan dampak secara luas apabila pemerintah mampu menyasar target spesifik.

Hasil analisis data Survey Deografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017 menunjukkan bahwa persentase nasional rata-rata bayi dengan BBLR adalah 6,981%. Angka ini masih di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Namun, setidaknya 10 dari 34 provinsi di Indonesia memiliki persentase kasus BBLR sesuai dengan target tersebut. Sebaliknya, masih ditemukan 18 provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat BBLR di atas rata-rata nasional. Daerah dengan persentase kasus BBLR tinggi ini cenderung berada di bagian Tengah Utara Indonesia.

Analisis lebih lanjut menemukan bahwa perempuan di daerah perkotaan memiliki peluang lebih tinggi untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan perempuan di daerah pedesaan. Sebagaimana hasil penelitian sebelumnya, tingginya kasus BBLR di daerah perkotaan dapat dikaitkan dengan tingginya polusi udara di daerah tersebut. Disamping itu, Pendidikan juga berkaitan dengan kasus BBLR di Indonesia, yang mana potensi BBLR lebih besar terjadi pada perempuan dengan riwayat pendidikan rendah. Pendidikan memang terbukti sebagai salah satu faktor protektif bagi perempuan untuk dapat menjalani kehamilan yang lebih baik dan mencegah kelahiran bayi dengan berat badan rendah. Menurut usia ibu, potensi BBLR cenderung lebih tinggi pada perempuan usia 45-49 tahun. Karakteristik lain yang mewakili perempuan dengan risiko tinggi melahirkan bayi BBLR adalah perempuan yang belum pernah menikah, berpendidikan rendah, tidak bekerja, primipara, dan miskin.

Hasil penelitian ini dapat membantu pembuat kebijakan dalam menentukan target spesifik pada berbagai kebijakan untuk mengurangi angka berat badan lahir rendah di indonesia. Meski demikian, analisis lebih lanjut perlu dilakukan untuk memperluas berbagai faktor yang berkaitan dengan kasus BBLR di Indonesia. Fenomena soisal budaya yang berkaitan dengan nilai keluarga dan anak, nilai kehamilan, pantangan makanan pada ibu hamil, dan sistem patriarki merupakan berbagai isu yang perlu dianalisis lebih lanjut untuk mengungkap determinan yang lebih luas mengenai kasus BBLR di Indonesia.

Penulis: Ratna Dwi Wulandari, Fakultas Kesehatan Masyarakat, 51动漫

Sumber: Wulandari, R.D.; Laksono, A.D.; Matahari, R. Policy to Decrease Low Birth Weight in Indonesia: Who Should Be the Target? Nutrients 2023, 15, 465.

Link Artikel: 听

AKSES CEPAT