51动漫

51动漫 Official Website

Kejadian Perundungan pada Pasien dengan Dermatitis Atopik di Seluruh Dunia

foto: inside lombok
foto: inside lombok

Dermatitis atopik merupakan suatu penyakit peradangan pada kulit yang memiliki perjalanan penyakit yang kronis dan kambuh kambuhan. Penyakit ini ditandai dengan adanya ruam kemerahan yang kering hingga basah, dan dapat berakhir dengan terjadinya penebalan kulit. Gambaran kulit pasien dengan dermatitis atopik dapat muncul pada daerah wajah hingga bagian tubuh lainnya. Adanya rasa gatal yang sering kali sangat berat dapat menyebabkan gangguan terhadap kualitas hidup penderita, membatasi aktivitas sehari hari, hingga menyebabkan gangguan konsentrasi terutama pada pasien usia sekolah.

Bullying atau perundungan dan stigmatisasi merupakan salah satu permasalahan sosial yang seringkali tidak menjadi perhatian tenaga kesehatan dalam menangani pasien dengan dermatitis atopik. Dermatitis atopik terutama yang terjadi pada masa kanak-kanak memiliki kerentanan dalam mengalami perundungan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memberikan data mengenai tren global kejadian dari perundungan pada pasien dengan dermatitis atopik dan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian perundungan, termasuk didalamnya usia, onset kejadian dermatitis atopik, jenis kelamin, etnis, dan lokasi geografis.

Penelitian ini dilakukan menggunakan survei terhadap 7840 pasien dengan dermatitis atopik dengan onset masa kanak kanak, dan dermatitis atopik dengan onset dewasa muda. Populasi dermatitis atopik yang termasuk berasal dari berbagai macam lokasi geografi, yaitu Afrika, Australia, Eropa, India, Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika Utara, Amerika Utara, Asia Utara, serta Asia Selatan dan Pasifik. Masing masing dari pasien dermatitis atopik diminta untuk mengisi apakah mereka pernah merasa dikucilkan, diejek secara kasar, atau menjadi korban kekerasan selama masa kanak-kanak atau dewasa.

Insiden perundungan pada pasien dengan dermatitis atopik dewasa muda lebih sering mengalami perundungan dibandingkan pasien dengan usia yang lebih tua. Perundungan lebih umum terjadi pada linkungan sekolah dibandingkan pada lingkungan kerja. Pasien dermatitis atopik yang muncul sejak masa kanak-kanak memiliki tingkat perundungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengalami onset saat remaja. Pada pasien dengan dermatitis atopic yang muncul pada masa kanak kanan, sebanyak 56,31% responden merasa dikucilkan, 47,65% pernah diejek secara kasar, dan 37,43%pernah menjadi korban kekerasan.

Individu kulit hitam Afrika melaporkan tingkat perundungan yang lebih tinggi dibandingkan individu kulit putih, baik ketika mereka tinggal di negara dengan mayoritas maupun minoritas ras mereka. Sementara itu, individu Asia mengalami perundungan lebih tinggi saat tinggal di negara tempat mereka menjadi minoritas dibandingkan di negara dengan mayoritas populasi Asia. Pola geografis menunjukkan bahwa risiko perundungan lebih tinggi di wilayah Asia dan Timur Tengah, kemungkinan dipengaruhi oleh adanya budaya standar kecantikan yang menekankan pentingnya kulit bersih. Sebaliknya, risiko perundungan lebih rendah ditemukan di Australia dan Asia Timur, yang diduga terkait dengan kesadaran mengenai kondisi dermatologis, luasnya akses layanan dan edukasi kesehatan, serta dukungan sosial yang lebih baik. Secara keseluruhan, perundungan pada penderita dermatitis atopik dipicu oleh interaksi kompleks antara usia, etnis, dan wilayah geografis, sehingga memerlukan intervensi dan strategi dalam menekan kejadian perundungan yang perlu disesuaikan dengan konteks budaya masing masing Lokasi geografis.

Penulis : Prof. Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa., Sp. DVE., Subsp. DAI., MARS

Informasi lengkap dari artikel ini dapat diunduh pada:

International insights into bullying in patients with atopic dermatitis: Global trends and key predictors

Roni Dodiuk-Gad, Roberto Takaoka, Laurent Misery, Jerry Tan, Chaoying Gu, Thomas Luger, Flavia Pretti, Aslanian, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Ann’Laure Demessant Flavigny, Caroline Le Floc’hc, Nabil Kerrouche, St茅phanie Merhand, Wendy Smith Begolka, 脕frica Luca de Tena Smith, Shulamit Burstein, Delphine Kerob, Charles Taieb, Charbel Skayem, Bruno Halioua, Therdpong Tempark, Abraham Getachew Kelbore, Julien Seneschal, Alexander Stratigos, Martin Steinhoff, Jonathan I. Silverberg

AKSES CEPAT