Penelitian ini membahas dampak kemampuan manajerial CEO terhadap keputusan investasi korporasi, khususnya selama periode ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh pemilu presiden di Indonesia. Dengan menggunakan sampel 2.962 observasi perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (2010-2020), penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kemampuan manajerial CEO memengaruhi keputusan investasi dalam situasi ketidakpastian politik. Fenomena yang menjadi fokus adalah bagaimana ketidakpastian yang dihasilkan oleh pemilu politik mengubah pola keputusan investasi perusahaan. Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan manajerial CEO secara signifikan dan positif memengaruhi keputusan investasi. Namun, selama periode pemilu, hubungan ini menjadi negatif, menunjukkan bahwa ketidakpastian politik dapat menghambat strategi investasi perusahaan. Argumen utama penelitian adalah bahwa kemampuan manajerial CEO dapat berfungsi sebagai aset strategis yang penting dalam menghadapi ketidakpastian. Akan tetapi, ketidakpastian yang tinggi, seperti selama pemilu, dapat melemahkan pengaruh positif tersebut. Dalam literatur sebelumnya, berbagai teori seperti teori agensi dan teori echelons atas menunjukkan pentingnya karakteristik manajerial dalam memprediksi kinerja dan keputusan strategis perusahaan. Penelitian ini juga menambah bukti bahwa CEO dengan kemampuan manajerial yang tinggi lebih mampu membuat keputusan investasi yang efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kemampuan manajerial CEO penting dalam situasi normal, ketidakpastian politik dapat memengaruhi efektivitasnya. Implikasi praktisnya adalah perusahaan dan pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan ketidakpastian politik dalam perencanaan investasi dan pengelolaan sumber daya manusia untuk memastikan keberlanjutan strategis selama periode yang penuh tantangan.
Findings:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan manajerial CEO memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan investasi perusahaan. Namun, selama periode pemilu, hubungan ini berubah menjadi negatif. Temuan ini menyoroti bahwa ketidakpastian ekonomi akibat pemilu dapat mengganggu strategi investasi yang telah direncanakan oleh perusahaan. Analisis mendalam juga menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti gender, usia, dan masa jabatan CEO turut memengaruhi keputusan investasi.
Secara khusus, CEO dengan masa jabatan lebih lama dan usia yang lebih tua cenderung membuat keputusan investasi yang lebih baik, sedangkan keberagaman gender di dewan direksi berhubungan positif dengan keputusan investasi. Selama periode pemilu, kemampuan manajerial CEO yang biasanya menjadi aset strategis tidak mampu sepenuhnya mengatasi ketidakpastian lingkungan. Diskusi lebih lanjut menegaskan bahwa perusahaan di industri teknologi rendah lebih menunjukkan hubungan positif signifikan antara kemampuan manajerial CEO dan keputusan investasi, dibandingkan dengan perusahaan di industri teknologi tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kompleksitas industri teknologi tinggi dapat mengurangi efektivitas kemampuan manajerial.
Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor eksternal, seperti ketidakpastian politik, dalam memahami pengaruh kemampuan manajerial terhadap keputusan investasi perusahaan. Hal ini memberikan implikasi praktis untuk pengelolaan perusahaan dan pembentukan kebijakan selama periode ketidakpastian.
Author(s): Surya Patra Abdillah, Mohammad Nasih, Iman Harymawan, John Nowland





