51动漫

51动漫 Official Website

Kembali ke Kampusnya, Dosen FH UNAIR Bertukar Buku di The University of Sydney

IMAN Prihandono, Ph.D (kanan) bersama dengan Professor Simon Butt. (Foto: Istimewa)
IMAN Prihandono, Ph.D (kanan) bersama dengan Professor Simon Butt. (Foto: Istimewa)

 

UNAIR NEWS Setelah sebelumnya memberikan kuliah tamu di University of New South Wales (UNSW) Law School pada Rabu (15/8), Iman Prihandono, Ph.D berkunjung ke The University of Sydney. Di tempat itu pula, Iman pernah menempuh pendidikan master of laws (LL.M). Sejak Iman meninggalkan kampus itu pada 2007, Sydney Law School telah banyak berkembang.

Dalam kesempatan kunjungnnya, Iman menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan Professor Simon Butt, pakar hukum konstitusi dan perundang-undangan Indonesia. Simon telah menulis banyak buku dan artikel tentang perkembangan dan permasalahan hukum di Indonesia. Di antara artikel jurnal yang terakhir adalah 漈he function of judicial dissent in Indonesia’s Constitutional Court, Constitutional Review (2018).

Iman dan Simon berdiskusi mengenai perkembangan Hukum Perdata Internasional (International Private Law) di Indonesia. Menurut Simon, perkembangan HPI (hukum perdata internasional) di Indonesia sangat lambat. Pengadilan hampir tidak menghasilkan prinsip-prinsip yang baru. Demikian juga akademisi sangat jarang menulis perkembangan HPI di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Iman berpendapat bahwa semakin tingginya perdagangan dan investasi internasional, maka sengketa yang melibatkan subjek dan objek hukum asing akan semakin meningkat. Dalam kasus-kasus pelanggaran HAM oleh Korporasi Multinasional di Indonesia, misalnya, sering pihak-pihak yang terkait dengan pelanggaran tersebut berada di luar negeri.

Keduanya sepakat bahwa perkembangan prinsip-prinsip baru dalam HPI Indonesia sangat diperlukan. Salah satu topik yang masih menjadi permasalahan rumit dalam HPI Indonesia adalah pengakuan terhadap putusan pengadilan asing. Ke depan, Simon dan Iman akan berusaha untuk melakukan penelitian bersama mengenai topik tersebut.

Sebelum mengakhiri pertemuan, keduanya saling bertukar buku masing-masing. Simon memberikan bukunya The Constitutional Court and Democracy in Indonesia, Brill (2015). Begitu pun sebaliknya, Iman memberikan bukunya Tanggungjawab Korporasi Multinasional dalam Hukum HAM Internasional, AUP (2015).

Pada Oktober 2018, Simon berencana mengunjungi Fakultas Hukum (FH) UNAIR untuk memberikan kuliah tamu. Dan, sekaligus melakukan peluncuran bukunya yang terbaru. (*)

 

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Feri Fenoria Rifa檌

AKSES CEPAT