UNAIR NEWS Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah kolaborasi antar komunitas di Surabaya untuk mengadakan upacara bendera dan penanaman bibit mangrove di pinggir laut.
Bertempat di kawasan Wonowisata Bintang Mangrove Gunung Anyar Tambak Surabaya pada Sabtu (18/8), kegiatan tersebut diinisiasi Sekolah Sungai Urban Care, Wonowisata Bintang Mangrove, PLN Peduli, Forkada, dan Kampung Dolanan. Kegiatan itu diikuti 51 peserta dengan sembilan perahu sebagai transportasinya.
Komunitas Urban Care bersama dengan pihak dan komunitas lain ikut terjun dengan mengawal peserta menyusuri sungai dari dermaga Wonowisata Bintang Mangrove. Bahkan sampai ke muara Pos Pantau PLN Peduli.
Selama perjalanan, peserta disuguhi panorama keindahan alam yang masih asri. Sejumlah burung kuntul dan monyet juga bisa ditemukan di hamparan hutan mangrove.
Setelah sampai, peserta melakukan upacara bendera yang dipandu komandan peleton setiap kapal. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Wira Buana Yudha, perwakilan Karang Taruna Gunung Anyar Tambak. Dia menekankan masyarakat, khususnya generasi muda, lebih peduli dengan lingkungan.
滽ebetulan momennya pas. Jadi, kita bisa merayakan upacara kemerdekaan (Republik Indonesia, Red) dengan menanam bibit mangrove. Jadi, nasionalisme dapat, lingkungannya juga dapat, katanya.
Seusai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove di sekitar pos Pantau PLN Peduli. Perwakilan Urban Care turut menanam bibit mangrove tersebut. Bibit yang terikat dengan bambu ditancap-tancapkan ke lumpur dan ditanam dengan garis lurus mengikuti garis aliran air.
Sementara itu, Fuad Fahmi Hasan selaku salah seorang pendiri Urban Care, menjelaskan bahwa Urban Care adalah komunitas yang didirikan beberapa alumni UNAIR. Komunitas itu peduli terhadap masalah kemiskinan, dan kampung kumuh dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.
Perlu diketahui, Sekolah Sungai menjadi salah satu program utama di antara tiga project Urban Care. Selain Dampingan Distren Kali Jagir dan Kampung Juang, ada sekolah lingkungan yang bekerja sama dengan PLN Peduli. Khususnya untuk mendorong masyarakat sadar pada potensi dan permasalahan di sekitar Gunung Anyar Tambak.
滽alau potensi kita bersama warga adalah mengelola Wonowisata Bintang Mangrove sebagai lahan wisata. Kalau permasalahannya, mendirikan Bank Sampah untuk mengurangi dan mengolah sampah di sekitaran lingkungan Gunung Anyar Tambak (Surabaya, Red), tutur alumnus mahasiswa Jurusan Manajemen FEB UNAIR tersebut. (*)
Penulis: Fariz Ilham R
Editor: Feri Fenoria





