UNAIR NEWS Dirgahayu kemerdekaan Negara Indonesia yang ke-73 tahun dengan tema 淜erja Kita Prestasi Bangsa, berhasil memeriahkan dan menambah semangat masyarakat Indonesia dalam memperingatinya, tidak terkecuali civitas akademika PSDKU 51动漫 di Banyuwangi.
Upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 yang dilaksanakan di halaman kampus PSDKU UNAIR Banyuwangi tersebut berlangsung dengan khidmat. Upacara tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Suryanto, M.Si., selaku koordinator PSDKU UNAIR Banyuwangi, dosen pengajar, karyawan kampus, dan juga mahasiswa angkatan 2015 – 2017.
Dalam amanatnya, Prof. Suryanto membacakan sambutan tertulis dari kemenristek dikti yang berisi, bahwa Indonesia telah mampu mengatasi stabilitas politik, memenangi berbagai ajang Internasional, seperti juara dunia lari 100 m, menciptakan mobil berbahan bakar plastik, serta Indonesia juga sudah berhasil menyelesaikan berbagai tantangan. Sambutan dari kemenristek dikti juga menegaskan bahwa Indonesia harus mampu menyelesaikan Revolusi Industri 4.0 saat ini.
淩evolusi industri 4.0 harus kita terapkan, sebagai kaum akademisi kita bisa memperkuat berbagai literasi yang ada, seperti memperkuat literasi lama, mulai dari literasi tulis, matematika, biologi, dan sebagainya. Selain itu, kita juga harus tetap memanfaatkan literasi-literasi baru untuk mendukung dan memperkuat literasi lama yang telah ada, ujar Prof. Suryanto.
Selanjutnya, Prof. Suryanto juga menegaskan bahwa sebagai kaum akademisi harus mampu melakukan pengembangan dan inovasi untuk melancarkan pelaksanaan Revolusi Industri 4.0 dengan cara memanfaatkan literasi atau teori yang telah ada sebelumnya, namun tetap didukung dengan literasi terbaru untuk memperkuat unsur pengembangan dan inovasinya.
淪ebagai warga PSDKU UNAIR Banyuwangi, saya berharap kita mampu membantu Indonesia untuk menjadi negara yang berdaya saing tinggi, serta negara yang berhasil menyelesaikan cita-citanya. Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan nilai kepemimpinan kita, nilai kerjasama tim kita, dan juga jiwa enterpreneurship kita, pungkasnya.
Penulis: Bastian Ragas
Editor: Nuri Hermawan





