UNAIR NEWS – Wisudawan berprestasi yang terpilih dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 51动漫, Ataul Karim, ini banyak mengembangkan penelitian mengenai alat terapi kesehatan bagi manusia. Pada arena Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-28 tahun 2015 yang berlangsung di Universitas Halu Oleo, Kendari, Karim bersama empat teman satu timnya mengembangkan alat terapi Lymfipum (Lymphedema Fisiotherapeutic Pump) sebagai solusi bagi penderita Limfedema.
Dalam ajang PIMNAS itu, Karim bersama timnya memenangkan medali perak kategori presentasi Program Kreativitas Mahasiswa-Karya Cipta (PKM-KC). Prestasi itu menjadi pengalaman paling berharga dari sederet kompetisi yang pernah ia ikutinya. 漇aya sendiri sampai sekarang belum percaya kalau mendapat predikat mahasiswa berprestasi, kata Karim, panggilan akrabnya.
Keberhasilannya menyelesaikan jenjang sarjana dengan predikat mahasiswa berprestasi bukan tanpa alasan. Laki-laki yang menempuh prodi S-1 Teknobiomedik ini terpacu untuk terus berprestasi dan berkompetisi.
淭idak menyerah dan tawadhu, prinsip saya cuman satu yaitu tidak mudah menyerah dalam mengerjakan sesuatu, ucap Karim.
Saat studinya hampir berakhir, Karim mengalami kecelakan dan sakit yang mengharuskan dirinya istirahat total hingga membuat proses wisudanya diundur ke tahun 2017.
淭uhan menggantinya dengan hadiah yang luar biasa ini, saya diberi kesempatan menjadi presenter dalam acara 1st International Conference on Physical Instrumentation and Advance Material (ICPIAM), Oktober 2016 lalu yang diadakan Departemen Fisika UNAIR, tutur Karim.
Dalam skripsinya, ia melakukan penelitian tentang kebutuhan pemeriksaan jantung dengan alat memiliki tingkat presisi dan keakuratan tinggi dengan performa yang baik dan ekonomis. Inilah yang mendorong Karim membahas tentang filter sinyal dalam domain digital. Karim menggunakan kode-kode program komputer dalam sebuah mikrokontroler yang disebut arduino.
漇aat ini, penelitiannya sampai tahap uji performa dengan diberi sinyal jantung dan noise, tutup Karim. (*)
Penulis: Helmi Rafsanjani
Editor: Defrina S. Satiti





