51动漫

51动漫 Official Website

Kesiapan Rumah Sakit Rujukan COVID-19 Dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 di Jawa Timur

Pada akhir tahun 2019, dunia dilanda wabah penyakit baru bernama COVID-19. Pada Maret 2020, WHO menyatakan pandemic karena virus telah menyebar secara global. Penyebaran COVID-19 di Indonesia semakin meluas karena mobilitas penduduk Indonesia yang tinggi. Tingginya kematian bergejala berat dan naiknya Bed Occupancy Rate COVID-19 di Jawa Timur mengindikasikan perlunya penyiapan strategi oleh pemerintah daerah untuk menurunkan kasus COVID-19, khususnya, mencegah pasien tidak menjadi kondisi berat dan kritis. Fasilitas pelayanan kesehatan dapat memeberikan pelayanan yang bermutu melalui kesiapan RS yang melayani pasien COVID-19. Hal ini dapat dilihat dari kesiapan ruangan atau tempat tidur, kesiapan SDM kesehatan, keseiapan sumber daya kesehatan, dan kesiapan standar perawatan COVID-19. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui kesiapan rumah sakit rujukan COVID-19 dalam menghadapi pandemic COVID-19 di Jawa Timur.

Dari empat kelas rumah sakit, Rumah sakit kelas A memiliki persentase capaian yang paling tinggi (98%) sedangkan rumah sakit kelas C yang paling rendah (92%). Capaian paling tinggi berada pada komponen komunikasi yang cepat dan keterlibatan masyarakat, administrasi keuangan dan kelangsungan bisnis. Di sisi lain, capaian paling rendah berada di komponen kesehatan kerja, kesehatan jiwa, dan dukungan psikososial untuk pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, dan seluruh staf rumah sakit dan keluarganya.

Capaian upaya kesehatan jiwa dan dukungan sosial lebih rendah dibandingkan dengan kesehatan kerja, dimana poin terendah ada pada sub komponen standar prosedur operasional untuk skrining kesehatan jiwa pasien COVID-19, keluarganya, dan staf rumah sakit. Hal ini menunjukan bahwa belum semua RS menerapkan skrining kesehatan jiwa karena tidak semua menerapan layanan dukungan kesehatan jiwa. Kondisi pandemic COVID-19 berdampak pada kesehatan jiwa dan psikososial. Oleh karena itu, promosi terkait kesehatan jiwa dan psikososial, pencegahan masalah kesehatan jiwa dan pskososial, dan pemulihan masalah kesehatan jiwa dan psikososial dibutuhkan dan perlu segera dilaksanakan.

Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi kendala atau hambatan yang dialami rumah sakit dalam pengisian daftar tilik kesiapan rumah sakit. Pertama, beberapa rumah sakit belum merasa pengisisan daftar tilik kesiapan rumah sakit sebagai kebutuhan yang harus dilakukan. Kedua, kurangnya koordinasi antar tim mutu, tim PPI, dan K3RS untuk mengisi daftar tilik kesiapan rumah sakit. Ketiga, belum adanya bukti/ dokumen di rumah sakit yang telah melakukan pengisian tilik.

Penulis: Dr. Ernawaty, drg., M.Kes.

Jurnal: Analisis Kesiapan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Di Jawa Timur

AKSES CEPAT