Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang paling sering ditemui. Penyakit ini ditandai dengan kerusakan progresif pada struktur gigi yang, jika tidak segera ditangani, dapat menembus hingga ke pulpa gigi (saraf gigi). Dalam kondisi ini, perlindungan pulpa yang masih hidup menjadi hal yang sangat penting. Salah satu caranya adalah melalui prosedur pulp capping, yaitu menutup pulpa yang terbuka agar tetap vital dan dapat berfungsi normal.
Prosedur pulp capping merangsang pembentukan dentin reparatif攍apisan pelindung alami yang terbentuk setelah sel-sel odontoblas asli rusak akibat cedera. Sel-sel baru yang mirip odontoblas akan mengambil alih peran, menghasilkan lapisan dentin tambahan yang berfungsi sebagai 渏embatan untuk menutup ruang pulpa, melindungi dari invasi bakteri, dan mendukung regenerasi jaringan.
Menurut American Association of Endodontists, direct pulp capping dilakukan dengan meletakkan bahan biokompatibel seperti kalsium hidroksida atau mineral trioxide aggregate (MTA) di atas pulpa yang terbuka agar jaringan dapat sembuh dan tetap hidup.
Selama beberapa dekade, kalsium hidroksida (Ca(OH)鈧) telah menjadi golden standart untuk material pulp capping. Dengan sifat alkalinya yang tinggi (pH sekitar 12,5), material ini mampu membunuh bakteri, merangsang pertumbuhan fibroblas, mengaktifkan enzim tertentu, serta mendorong pembentukan dentin reparatif dengan peradangan minimal. Namun, bahan ini juga memiliki kelemahan. Dentin yang terbentuk seringkali porous, bahkan terdapat 渢unnel defect yang memungkinkan bakteri masuk kembali dan mengurangi efektivitas perlindungan. Selain itu, dentin yang terbentuk dalam kondisi peradangan biasanya kurang kuat karena mineralisasi yang tidak sempurna.
Untuk mengatasi keterbatasan ini, muncul pendekatan baru berbasis regenerasi, yaitu menggunakan condition medium sel punca jaringan lemak (Adipose-Derived Stem Cell Conditioned Medium/ADSCs-CM). Medium ini kaya akan faktor pertumbuhan dan protein pensinyalan yang dilepaskan oleh sel punca. ADSCs-CM mampu merangsang angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru) dan diferensiasi sel pulpa menjadi odontoblas mirip aslinya. Hal ini dapat memperbaiki kualitas dentin reparatif dan mengurangi risiko terbentuknya cacat struktural.
Sel punca sendiri adalah sel multipotensi yang dapat ditemukan di berbagai jaringan, termasuk sumsum tulang, darah tali pusat, dan jaringan lemak. Di antara semua sumber tersebut, sel punca dari jaringan lemak lebih unggul karena lebih mudah diperoleh, tidak invasif, dan memiliki potensi osteogenik yang lebih tinggi dibandingkan sel punca dari sumsum tulang.
Conditioned medium sel punca menawarkan alternatif yang lebih sederhana dan ekonomis dibandingkan terapi transplantasi sel langsung. Melalui faktor-faktor bioaktif yang dikandungnya, medium ini dapat mempercepat pembentukan jaringan baru, mendorong penyembuhan, dan memperkuat pertahanan pulpa gigi.
Dalam proses pembentukan dentin reparatif, terdapat beberapa molekul kunci yang berperan penting. RUNX-2, misalnya, adalah faktor transkripsi utama yang mengatur diferensiasi sel menuju jalur odontoblas atau osteoblas. Ekspresinya meningkat pada fase awal penyembuhan. Sementara itu, osteopontin (OPN), sebuah glikoprotein penting, membantu memperbanyak dan membedakan sel pulpa menjadi odontoblas-like serta berperan dalam fase awal pembentukan dentin baru.
Dengan memahami peran molekul-molekul ini, peneliti berusaha mengevaluasi kombinasi kalsium hidroksida dan ADSCs-CM dalam merangsang ekspresi RUNX-2 dan OPN pada tikus Wistar. Hasilnya diharapkan dapat menunjukkan pembentukan dentin reparatif yang lebih baik, baik secara kualitas maupun kekuatan.
Pendekatan biologis ini membuka peluang untuk menghadirkan alternatif baru dalam perawatan pulpa gigi, melampaui keterbatasan metode tradisional, dan menghadirkan masa depan perawatan gigi yang lebih regeneratif dan berkelanjutan.
Penulis: Prof. Dr. Dian Agustin Wahjuningrum, drg., Sp.KG. Subsp, KE(K)
Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Radixtio Auzan Fepiosandi, Dian Agustin Wahjuningrum, Galih Sampoerno, Anuj Bhardwaj, Ajinkya M. Pawar. [2025] Effect of calcium hydroxide and adipose-derived stem cell conditioned medium (ADSCs-CM) combination on reparative dentin formation in Wistar rats through RUNX-2 and OPN expression.





