Pelayanan kesehatan adalah suatu prakarsa atau upaya kegiatan kesehatan yang bertujuan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal/tertinggi bagi individu/masyarakat. Infeksi nosokomial adalah infeksi oleh virus, bakteri dan jamur patogen yang menyerang pasien ketika menjalani proses perawatan di rumah sakit. Hal ini disebabkan oleh infeksi silang dari tangan petugas kesehatan atau peralatan medis yang digunakan. Bakteri kontaminan yang terdapat pada tangan perawat adalah Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli dan bacillus sp. Bakteri Staphylococcus Aureus menyebabkan infeksi mulai dari infeksi kulit ringan hingga sepsis fatal atau kegagalan multiorgan.

Sterilisasi adalah suatu proses atau metode untuk membasmi atau menghancurkan segala bentuk mikroorganisme seperti bakteri, fungi, jamur dan virus yang ada pada suatu benda atau lingkungan sehingga tidak dapat lagi berkembang biak atau menyebabkan infeksi. Sterilisasi bertujuan untuk memastikan kebersihan dan keamanan suatu benda dari kuman atau mikroorganisme yang berbahaya. Dalam dunia kesehatan sterilisasi merupakan proses penting dalam menjaga kebersihan dan mencegah penyebaran infeksi.
Alat sterilisator saat ini memiliki keterbatasan tertentu dalam efektivitas dan kepraktisan penggunaannya. Sebagai Golden standar instrumen yang digunakan untuk sterilisasi basah adalah autoclave, yang menggunakan uap air jenuh bertekanan tinggi untuk proses sterilisasi, kekurangan alat sterilisasi ini adalah pada penggunaan daya listrik yang besar dan merusak peralatan yang berbahan plastik. Sterilisasi kering antara lain hot air sterilizer, prinsip kerjanya menggunakan udara panas, untuk mensterilkan bahan / alat yang tidak dapat disterilkan dengan uap air, melalui proses oksidasi yang mengakibatkan kerusakan pada bahan yang disterilkan. Keuntungan cara ini adalah bahan/alat tetap kering, kerugiannya adalah difusi atau penetrasi udara kering lambat sehingga memerlukan waktu sterilisasi yang relatif lama. Suhu kerja berkisar pada suhu 140o – 200o C, dan membutuhkan waktu yang cukup lama 30 menit “ 180 menit. Dengan demikian, diperlukan metode alternatif yang lebih efektif untuk inaktivasi bakteri kontaminan yaitu dengan menggunakan metode fotodinamik dan medan magnet statis.
Fotodinamik terapi adalah terapi menggunakan cahaya yang energinya akan diserap oleh fotosensitiser (porfirin) yang terdapat pada bakteri untuk menghasilkan radical oxygen species (ROS) yang akan membunuh bakteri. Sumber cahaya yang digunakan antara lain laser, light emitting diode (LED) dan sumber cahaya yang lain.
Medan magnet statis adalah salah satu faktor fisik yang dapat mempengaruhi proses fisiologis pada organisme hidup. Efek medan magnet statis bergantung pada kerapatan fluks (intensitas, induksi), waktu pemaparan, dan faktor fisik dan komposisi kimia pada lingkungan sekitar organisme. Medan magnet statis dapat mempengaruhi organisme hidup karena dapat mengubah orientasi senyawa yang mengakibatkan perubahan sifat biologis material. Penelitian menunjukkan medan magnet statis 150 gauss/0,015 T memiliki efek penghambatan pertumbuhan pada mikroorganisme dengan pemaparan selama 30 menit, mampu mereduksi bakteri kontaminan.
Kombinasi antara cahaya dengan medan magnet statis pada terapi fotodinamik akan meningkatkan fotoinaktivasi pada bakteri patogen. Medan magnet dapat menambahkan energi dengan cara menginduksikan kuat medan magnet dalam proses fotosensitasi. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi fotodinamik LED dengan medan
Penulis: Yonatan, Suryani Dyah Astuti
Link:
Baca juga: Migrasi manusia, penyakit menular, wabah penyakit, dan krisis kesehatan global





