Kontaminasi sungai menjadi persoalan utama saat ini karena memberikan efek berupa penyakit karena paparan kimia maupun biologi. Pemantauan dan pengendalian penyakit karena paparan kimia Sungai. Epidemiologi berbasis air limbah (atau pengawasan berbasis air limbah atau penambangan informasi kimia limbah) menganalisis air limbah untuk menentukan konsumsi, atau paparan, bahan kimia atau patogen dalam suatu populasi. Hal ini dicapai dengan mengukur bahan kimia atau biomarker dalam air limbah yang dihasilkan oleh orang-orang yang berkontribusi pada daerah tangkapan instalasi pengolahan limbah. Epidemiologi berbasis air limbah telah digunakan untuk memperkirakan penggunaan obat-obatan terlarang di komunitas atau populasi, tetapi dapat digunakan untuk mengukur konsumsi alkohol, kafein, berbagai obat-obatan dan senyawa lainnya.Epidemiologi berbasis air limbah juga telah diadaptasi untuk mengukur beban patogen seperti SARS-CoV-2 di suatu komunitas. Ini berbeda dari pengujian obat tradisional, pengujian urin atau tinja karena hasilnya adalah tingkat populasi daripada tingkat individu. Epidemiologi berbasis air limbah adalah upaya interdisipliner yang memanfaatkan masukan dari spesialis seperti operator instalasi pengolahan air limbah, ahli kimia analitik, ahli biologi molekuler dan epidemiologi.
Logam berat adalah golongan unsur berbahaya dengan tampilan yang padat dan metalik, yang dicirikan oleh massa atom yang signifikan. Logam-logam ini, seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), kadmium (Cd), dan arsenik (Ar), sering hadir di lingkungan dan dikenal karena efek toksiknya terhadap kesehatan manusia. Dalam beberapa tahun terakhir, ada kekhawatiran yang berkembang mengenai paparan manusia terhadap logam berat dalam kehidupan kita sehari-hari, karena senyawa ini dapat terakumulasi dalam tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan utama . Polusi udara, kontaminasi air, kontaminasi makanan, dan produk konsumen adalah beberapa dari sekian banyak sumber paparan logam berat dalam kehidupan kita sehari-hari.
Timbal merupakan polutan yang umum ditemukan di atmosfer akibat emisi kendaraan bermotor dan aktivitas industri, dan juga dapat dideteksi di bangunan perumahan dan komersial lama yang menggunakan cat berbahan dasar timbal. Kadmium umumnya ditemukan dalam asap rokok dan beberapa jenis baterai, sementara arsenik sering ditemukan dalam persediaan air dan dalam beberapa insektisida dan herbisida. Dampak logam terhadap kesehatan seseorang bervariasi tergantung pada jenis logam, jumlah paparan, dan durasi paparan. Paparan jangka pendek terhadap logam berat tingkat tinggi dapat mengakibatkan gejala seperti mual, muntah, diare, sakit perut, dan gemetar. Sebaliknya, paparan jangka panjang terhadap logam berat tingkat rendah dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk namun tidak terbatas pada kerusakan ginjal, hipertensi, anemia, dan gangguan neurologis.Anak-anak dan wanita hamil lebih rentan terhadap konsekuensi berbahaya dari paparan logam berat, karena mereka lebih rentan terhadap logam ini dan mungkin berisiko lebih besar mengalami masalah perkembangan. Mengingat efek merugikan dari bahan-bahan berbahaya ini terhadap kesehatan manusia, paparan logam berat menjadi perhatian serius. Dengan demikian, sangat penting untuk mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi paparan dan memastikan kesejahteraan masyarakat, dengan demikian mendorong lingkungan hidup yang sehat dan aman bagi penduduk.
Epidemiologi berbasis air limbah (WBE) adalah disiplin penelitian yang menggunakan sampel air limbah untuk menyelidiki kondisi kesehatan masyarakat. WBE telah memperoleh perhatian yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir karena potensinya untuk mendeteksi dan memantau prevalensi dan penyebaran penyakit, termasuk penyakit menular, serta melacak penggunaan obat dan paparan bahan kimia, di antara aplikasi lainnya. Prinsip di balik WBE adalah bahwa air limbah yang dihasilkan oleh suatu populasi mengandung berbagai biomarker yang mencerminkan status kesehatan di mana biomarker ini dapat terdiri dari zat-zat yang dikeluarkan tubuh, seperti obat-obatan, hormon, dan polutan dari lingkungan. Analisis sampel air limbah berpotensi memberikan wawasan berharga tentang kesehatan masyarakat dengan memungkinkan kita melacak penyebaran penyakit, mengidentifikasi pola penggunaan narkoba, dan menentukan tingkat paparan lingkungan. Dengan memeriksa biomarker yang ada dalam air limbah, dimungkinkan untuk menilai prevalensi faktor-faktor ini dalam populasi sekitar. Dengan kemajuan yang berkelanjutan di bidang ini, kemungkinan analisis air limbah akan terus memainkan peran penting dalam mempromosikan kesehatan global. Beberapa contoh aplikasi WBE dalam pengawasan kesehatan masyarakat telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir seperti deteksi dini wabah COVID-19, di mana WBE digunakan untuk mendeteksi SARS-CoV-2 dalam sampel air limbah, memberikan peringatan dini tentang keberadaan virus dalam suatu populasi. Ini juga telah digunakan untuk tujuan memantau tren penggunaan narkoba di berbagai kota di seluruh dunia, sehingga memberikan wawasan penting untuk merancang intervensi kesehatan masyarakat.
Sungai Petani adalah sebuah distrik yang terletak di wilayah utara Malaysia, yaitu di negara bagian. Distrik ini terkenal dengan perkembangan industrinya yang pesat, menjadikannya salah satu daerah paling menonjol di Malaysia utara. Kesimpulannya, penelitian yang dilakukan di Kabupaten Sungai Petani menemukan bahwa Fe, Ni, dan Zn memiliki estimasi tingkat paparan tertinggi per 1.000 penduduk ketika menggunakan pendekatan WBE.





