Psoriasis vulgaris adalah penyakit inflamasi multifaktorial kronis dan berulang dengan prevalensi psoriasis vulgaris di seluruh dunia diperkirakan 0,1-3% pada berbagai populasi dan di Asia dilaporkan sebesar 0,05-0,47%. Psoriasis vulgaris berkaitan dengan kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan imunologi dengan karakteristik gangguan pertumbuhan dan diferensiasi epidermis disertai dengan peningkatan risiko radang sendi, morbiditas kardiovaskular, dan gangguan inflamasi sistemik lainnya. Indeks Keparahan Penilaian Psoriasis (PASI) yang saat ini digunakan sebagai dasar pemilihan terapi dan memperkirakan prognosis penyakit karena dianggap mencerminkan tingkat keparahan klinis psoriasis memiliki keterbatasan akibat tingginya variabilitas antar penilai dan dianggap belum cukup evaluasi menurut Paul dkk pada artikelnya di tahun 2010.
Penegakan diagnosis dan penilaian tingkat keparahan psoriasis vulgaris saat ini masih dinilai kurang obyektif. Penilaian histopatologi dengan menggunakan skor Trozak merupakan penilaian kuantitatif yang dianggap dapat mewakili proses penyakit. Pemeriksaan Janus Kinase (JAK) 1 dan Signal Transducer and Activator of Transcription (STAT) 3 pada psoriasis vulgaris dilaporkan dapat mewakili proses dan tingkat keparahan penyakit. Penelitian untuk menganalisis korelasi ekspresi JAK1 dan STAT3 dengan tingkat keparahan psoriasis vulgaris saat ini mulai dikembangkan. Penelitian ini melaporkan korelasi ekspresi JAK1 dan STAT3 dengan tingkat keparahan psoriasis vulgaris yang ditentukan dengan skor Trozak dan merupakan studi potong lintang retrospektif pada 37 blok parafin dengan ciri psoriasis vulgaris di Departemen Dermatologi dan Kelamin serta Patologi Anatomi RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Hasil biopsi berupa blok parafin dipotong ulang, diwarnai dengan antibodi Hematoxylin & Eosin (HE), anti-JAK1, dan anti-STAT3. Tingkat keparahan psoriasis vulgaris ditentukan secara histopatologis dengan skor Trozak. Skor imunohistokimia dihitung dari skor total sel fluoresen setelah pewarnaan dengan antibodi anti-JAK1 dan anti-STAT3. Analisis korelasi dilakukan dengan uji Spearman, dengan p<0,05 dianggap signifikan. Penelitian ini mendapatkan 37 sampel biopsi dengan 21 (56,76%) merupakan pasien wanita dan 16 (42,2%) merupakan pasien pria dengan insiden tertinggi ditemukan pada usia 45-60 tahun (43,2%) dengan 45,45% merupakan psoriasis derajat berat.
Tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara peningkatan skor JAK1 dan STAT3 dengan peningkatan skor Trozak pada blok parafin dengan fitur psoriasis vulgaris pada penelitian ini. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya dan dapat disebabkan oleh subyektifitas penilai atau penilaian klinis yang berbeda, perbedaan teknik untuk penentuan tingkat keparahan skor histopatologis, perbedaan waktu penilaian untuk setiap slide, variasi dalam setiap temuan histopatologis, kurang tercerminnya skor Trozak karena hanya diambil dari satu spesimen histopatologi, telah mendapat pengobatan sebelumnya, perbedaan PASI pada saat biopsi, dan penilaian ini merupakan penelitian retrospektif dari data yang ada.
Penulis: dr.Sawitri,Sp.DVE,Subsp.DA
Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
https://www.jpad.com.pk/index.php/jpad/article/view/2107
The correlation between histopatology severity score, expression of JAK1 and expression of STAT3 in psoriasis vulgaris
Sawitri, Arisia Fadila, Priangga Adi Wiratama, Muhammad Y. Listiawan, Diah Mira Indramaya, Damayanti





