51动漫

51动漫 Official Website

Kucing sebagai Faktor Risiko Infeksi Tinea Kapitis

Foto by CNN Indonesia

Tinea Kapitis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur dermatofit dan umumnya menyerang pada anak- Anak usia pra – sekolah. Penyebab utama adalah jamur jenis Tricophyton dan Microsporum. Dari keluhan pasien didapatkan rasa gatal pada kulit kepala disertai rambut rontok dan sisik pada kulit kepala, kebotakan setempat, radang dan nanah. higienitas buruk, keluarga besar, kehidupan yang selalu ramai dengan banyak bertemu orang dan status sosio ekonomi rendah. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah harus dicari sumber penularan bisa dari fomites (sisir, topi, sarung bantal, mainan, sofa) atau hewan peliharaan. Kucing merupakan sumber penyebaran Tinea Kapitis yang disebabkan oleh M.canis Karena dianggap sangat menular dan patogen untuk anak-anak

Gambaran klinis Tinea kapitis tergantung dengan agen penyebab dan faktot lain seperti respons imun. Bentiukan 淕ray Patch lebih sering ditemukan gambaran sisik karena jamur akan membentuk selubung di sekitar rambut yang terkena menjadi warna abu-abu dan menyebabkan rambut patah. Tipe 渂lack dot akan menyebabkan rambut patah dan meninggalkan titik-titik hitam pada area kebotakan. Tipe 渒erion sering menyebabkan keluhan gatal dan sering membentuk nanah. Dermatofitosis yang disebabkan oleh kucing memiliki tanda klinis arthospora yang melekat pada keratin. Lebih dari 90% kasus dermatofitosis kucing disebabkan oleh M. canis yang termasuk dalam kelompok ektotriks. M. canis merupakan jamur yang paling melimpah. Kerontokan rambut merupakan manifestasi terbanyak sebagai infeksi zoofilik. Invasi ektotriks ditandai dengan perkembangan artrokonidia di bagian luar batang rambut. Kutikula rambut rusak, dan rambut yang terinfeksi biasanya berpendar warna kuning kehijauan terang di bawah sinar ultraviolet lampu Wood.

Penelitian retrospektif yang dilakukan di Unit Rawat Jalan (URJ) Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo periode 2017-2018 mendapatkan Hasil dari 20 pasien, terdapat 9  pasien (45%) terinfeksi karena kontak dengan kucing. Kelompok usia yang paling banyak ditemukan terinfeksi Tinea Kapitis disebabkan karena kontak dengan kucing adalah usia > 5 tahun (55,6%) Sebagian besar pasien adalah laki-laki dengan 5 pasien (55,6%), sedangkan sisanya 4 pasien (44,4%) adalah perempuan. Terdapat dua kelompok domisili pasien dengan jumlah terbanyak adalah Surabaya yaitu 8 pasien (88,9%). Rambut rontok adalah manifestasi yang paling umum. Dengan 8 pasien (88,9%). Beberapa riwayat medis termasuk Griseofulvin, krim Miconazole 2%, krim Inerson, sampo Ketomed, krim Bethametason, minyak tawon, krim Fungiderm, krim Desonide, dan tanpa obat. Pada pemeriksaan kultur ditemukan bahwa M. canis merupakan Tinea Kapitis yang paling patogen.

Tinea Kapitis umumnya menyerang anak-anak pra-sekolah dengan sumber penularan dari hewan peliharaan terutama kucing sebagai sumber utama penularan Tinea Kapitis yang disebabkan M. canis sehingga penting bagi orang tua yang memiliki anak di usia kurang dari 5 tahun untuk hati-hati dalam memelihara kucing serta memperhatikan kesehatan kucing dengan memastikan kebersihan dan kontrol ke dokter hewan secara berkala. Jika ada salah satu keluarga yang terkena Tinea Kapitis harus segera diobati dengan dibawa ke klinik / puskesmas terdekat agar tidak menulari orang lain

Penulis : Evy Ervianti,dr.Sp.KK(K)

Informasi detail dari tulisan ini dapat dilihat pada artikel kami di:

Cat Contact as A Risk Factor for Tinea Capitis Infection

Evy Ervianti, Addia Salsabila, Yuri Widia, Arthur Pohan Kawilarang

AKSES CEPAT