UNAIR NEWS – Program Studi Sastra Indonesia51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk Dinamika Makna dalam Komunikasi Digital pada Senin (4/5/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dari Universiti Utara Malaysia, Dr Hishamudin Bin Isam, membahas perkembangan makna bahasa di era komunikasi digital.
Perkembangan Komunikasi di Era Digital
Perkembangan teknologi dan media sosial mengubah cara manusia membangun, menafsirkan, dan menyebarkan makna. Dalam pemaparannya, Hishamudin menjelaskan bahwa komunikasi digital tidak lagi bertumpu pada teks semata, tetapi telah berkembang menjadi bentuk komunikasi yang memadukan teks, simbol, gambar, dan konteks budaya.
Ia menegaskan bahwa hilangnya isyarat nonverbal dalam komunikasi daring mendorong pengguna memanfaatkan unsur visual. 淜omunikasi digital tidak mempunyai isyarat nonverbal seperti intonasi dan ekspresi muka. Pengguna bergantung kepada unsur visual untuk menyampaikan makna. Emoji, GIF, dan meme kini berfungsi sebagai penanda emosi sekaligus perantara pesan tidak langsung, jelasnya.
Meme menjadi salah satu fenomena penting dalam komunikasi digital karena berperan sebagai pembawa makna budaya sekaligus alat kritik sosial. 淢akna meme dibina oleh komunitas, bukan individu. Makna dalam ruang digital bersifat kolektif dan dapat berubah sesuai penggunaan serta konteks komunitas, ucapnya.
Perubahan Makna Kata
Hishamudin memaparkan bahwa perubahan makna kata semakin cepat terjadi di era digital. 淐ontohnya kata viral yang dulu merujuk pada virus, kini bermakna sesuatu yang populer di internet. Fenomena ini menunjukkan adanya proses generalisasi, spesialisasi, ameliorasi, hingga pejorasi makna, terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya konteks dalam memahami pesan digital. 淭anpa konteks, makna dapat menjadi tidak jelas atau disalahartikan. Konteks sosial, situasi, waktu, serta hubungan antar pengguna menjadi faktor penentu dalam menafsirkan pesan secara tepat, ungkapnya.
Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika perubahan makna dalam komunikasi digital sekaligus meningkatkan literasi kebahasaan di era media sosial. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk memperkaya wawasan mengenai kajian semantik kontemporer serta hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.
Penulis : Maulya Afifah Zahra
Editor : Khefti Al Mawalia





