51动漫

51动漫 Official Website

Membawa Indonesia ke Lithuania: Perjalanan Dosen UNAIR dalam Program Erasmus+ di SVAKO

UNAIR NEWS – Muhammad Aldo Setiawan, S.Si., M.Sc(Eng), dosen dan peneliti dari 51动漫 (UNAIR), berpartisipasi dalam International Week dibawah kerangka program Erasmus+ KA171 Staff Mobility di 艩iauli懦 Valstybin臈 Kolegija (SVAKO), Lithuania. Melalui kegiatan International Week, Muhammad Aldo Setiawan terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan budaya bersama peserta dari berbagai negara di Eropa, menciptakan ruang pertukaran ilmu sekaligus interaksi lintas budaya yang dinamis.

Selama program berlangsung, Muhammad Aldo Setiawan menyampaikan total 11 jam sesi mengajar yang mencakup tiga topik utama: AI Models for Robotics, Sensor Technology in Autonomous Systems, serta Drone Platforms and Applications. Kelas yang disampaikan dalam bahasa Inggris ini diikuti oleh mahasiswa Information and Communication Technologies (ICT) dari berbagai negara, sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan beragam.

Merefleksikan pengalamannya, Muhammad Aldo Setiawan menyampaikan, bahwa perjalanannya itu adalah salah satu pengalaman mengajar yang paling memberikan energi bagi saya. Mahasiswa terlibat aktif, penuh rasa ingin tahu, dan tidak takut untuk menantang ide. Ia juga menjelaskan bagaimana diskusi berkembang secara tidak terduga.

淜ami bahkan membahas tentang hakikat kesadaran manusia, dan apakah kesadaran itu bisa muncul dari jumlah variabel input yang sangat besar, tidak jauh berbeda dengan mekanisme sistem AI.

Perkembangan diskusi itu menunjukkan tentang lingkungan belajar yang terbuka memungkinkan pertukaran ide secara alami, melampaui batas materi teknis yang direncanakan. Aldo juga mengamati perbedaan yang cukup signifikan dalam dinamika pembelajaran antara Lithuania dan Indonesia.

淪alah satu perbedaan paling mencolok adalah tingkat otonomi dan partisipasi kritis mahasiswa, ujarnya. Mahasiswa di SVAKO terbiasa untuk bertanya, berdiskusi, bahkan menyampaikan ketidaksetujuan secara terbuka namun tetap menghargai dosen.

Ia menggambarkan interaksi di kelas sebagai horizontal dan berbasis dialog, bukan satu arah. Mahasiswa saling membangun ide satu sama lain. Hal ini menciptakan suasana kelas yang hidup, yang mana partisipasi muncul karena rasa ingin tahu, bukan kewajiban. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara juga memperkaya perspektif yang muncul dalam diskusi.

Selain mengajar, Muhammad Aldo Setiawan juga mengikuti berbagai workshop selama International Week, seperti NEOLAiA communication tools workshop, Event Marketing oleh Prof. Anna Mazurek-Kusiak, serta Digital Media workshop oleh Stefan Sfichi. Ia juga mengikuti sesi Lego Serious Play yang dipandu oleh Dr. Vita Juknevi膷ien臈, yang memperkenalkan metode pembelajaran kreatif berbasis praktik langsung.

Menurutnya, metode Lego Serious Play memiliki potensi besar untuk diterapkan di perguruan tinggi Indonesia, terutama dalam konteks pengembangan tim dan inovasi pembelajaran. Ia juga menyoroti bagaimana teknologi digital diintegrasikan dalam proses pembelajaran.

淲orkshop tersebut menggunakan drone dan kamera 360 derajat untuk membuat konten promosi universitas, sebuah contoh nyata bagaimana teknologi bisa diterapkan secara langsung dalam pembelajaran, jelasnya.

Dalam kelasnya sendiri, Aldo juga menerapkan pendekatan interaktif, termasuk demonstrasi digital secara real-time dan kompetisi mini berbasis robot. 淢ahasiswa langsung menerapkan apa yang mereka pelajari dalam situasi kompetitif energi di dalam kelas saat itu luar biasa, ujarnya. Ia juga memperkenalkan platform open-source ArduPilot sebagai alat yang digunakan dalam pengembangan drone profesional.

Di luar kegiatan akademik, Muhammad Aldo Setiawan juga mengeksplorasi kekayaan budaya Lithuania. Ia mengunjungi beberapa tempat ikonik seperti Hill of Crosses dan Bir啪ai Castle, serta mencoba pengalaman budaya lokal seperti musik tradisional Lithuania dan alat musik skudu膷iai.

Aldo menggambarkan kota 艩iauliai sebagai kota yang tenang namun penuh karakter. 淜ota ini tidak terasa bising atau berlebihan, ia menyambut perlahan dan memperlihatkan karakternya sedikit demi sedikit, ungkapnya. Lingkungan kota yang hijau dan nyaman memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan kehidupan di Surabaya.

Salah satu momen paling berkesan terjadi saat acara budaya di Bir啪ai Castle. Di tengah peserta dari berbagai negara, Pak Aldo secara spontan menyanyikan lagu 淗ari Merdeka. 淒alam momen itu, saya merasakan esensi sebenarnya dari mobilitas internasional, bukan hanya pertukaran akademik, tetapi juga koneksi manusia lintas budaya, ujarnya.

Pengalaman itu diperkaya melalui berbagai interaksi informal. Seperti makan malam bersama di 沤emaitis Restoranas dan pertemuan santai di Juon臈 Pastuog臈, yang mempererat hubungan antar peserta.

Kunjungan itu juga membuka peluang kerja sama antara institusi. Muhammad Aldo Setiawan mengadakan pertemuan strategis dengan Dean Erika Jonu拧kien臈 dan tim Business and Technologies Faculty di SVAKO untuk membahas potensi kolaborasi. Fokus diskusi mencakup penelitian bersama di bidang autonomous systems, teknologi drone, serta AI terapan, termasuk peluang mobilitas staf dan mahasiswa dalam kerangka Erasmus+.

淒iskusi berlangsung sangat positif dan penuh antusiasme dari kedua belah pihak, ungkapnya. Ia juga menilai bahwa mobilitas staf dan penelitian bersama merupakan langkah paling realistis untuk dikembangkan dalam waktu dekat, sementara pertukaran mahasiswa dapat menjadi agenda jangka panjang.

Merefleksikan keseluruhan pengalaman, Muhammad Aldo Setiawan menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam dunia pendidikan. 淗al paling berharga yang saya dapatkan adalah keyakinan bahwa kolaborasi internasional bukan lagi sebuah pilihan, tetapi sebuah kebutuhan, ujarnya.

Lebih dari sekadar capaian akademik, ia menilai bahwa dimensi manusia dari pengalaman ini adalah hal yang paling berkesan. 淧ersahabatan yang terjalin, pertukaran budaya yang terjadi itulah bentuk terbaik dari pendidikan, tambahnya.

Ke depan, Muhammad Aldo Setiawan berencana untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih dialogis, mendorong otonomi mahasiswa, serta aktif mengembangkan kerja sama internasional.

Ia juga memberikan pesan bagi dosen lain yang ingin mengikuti program serupa: 淧ersiapkan materi dengan baik, tetapi tetap fleksibel, karena momen paling berharga seringkali adalah yang tidak direncanakan. Bawa Indonesia bersama Anda. Jangan hanya datang untuk belajar, tetapi juga untuk berbagi. Dan yang terpenting, pikirkan keberlanjutan setelah program berakhir.

Melalui pengalaman Erasmus+ ini, perjalanan Muhammad Aldo Setiawan menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui koneksi lintas budaya yang memperkaya perspektif dan meninggalkan dampak jangka panjang.

Penulis: AGE UNAIR

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT