UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 melaksanakan program kerjasektor lingkungan yaitu Workshop Ecoenzym sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya sampah organik jika tidak diolah dengan baik dan hanya dibiarkan menumpuk. Sosialisasi dan Demonstrasi ecoenzym ini di latarbelakangi banyaknya pedagang sayur dan buah-buahan di desa ini. Hal ini membuat kegiatan ini difokuskan untuk ibu-ibu rumah tangga dan pedagang-pedagang buah atau sayur yang menjadi penyumbang sampah organik terbanyak Desa Sukosari.
Program Sosialisasi dan demonstrasi ecoenzym dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung semangat Kampus Berdampak 51动漫. Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 Desa Sukosari terlibat langsung dalam mengedukasi masyarakat Desa Sukosari untuk mengelola sampah organik dengan baik dan benar.
Sosialisasi dan edukasi yang kami lakukan difokuskan pada edukasi bahaya dari sampah organik yang hanya dibiarkan menumpuk dan tidak diolah. Mayoritas pekerjaan warga Desa Sukosari yang merupakan pedagang buah dan sayur membuat permasalahan sampah organik menjadi hal yang cocok untuk diangkat. Sampah organik yang sering kita anggap sepele ternyata menjadi salah satu penyumbang terbesar pemanasan global.
Sampah organik yang menumpuk dan membusuk di ruang terbuka akan menghasilkan gas metana. Untuk menanggulangi permasalahan sampah organik dan gas metana tersebut, kami memperkenalkan dan mengajarkan untuk membuat Eco-Enzym. Kami mengajarkan pembuatan ecoenzym dengan pemaparan materi dan demonstrasi agar mudah dipahami dan diikuti. Pemaparan materi yang kami lakukan mulai dari apa saja manfaat ecoenzym, lalu alat dan bahan yang digunakan dan cara menjaga ecoenzym dengan baik dan benar agar bisa panen.
Salah satu warga Desa Sukosari yang mengikuti kegiatan ini, Ibu Marpuah, mengungkapkan bahwa kegiatan yang kami selenggarakan bermanfaat dan berharap kedepannya warga Desa Sukosari mengimplementasikan edukasi yang kami berikan ke kehidupan sehari-hari. 淎lhamdulilah kegiatan yang diselenggarakan ini sangat bermanfaat, semoga kedepannya warga Desa Sukosari tidak hanya membuang sampah organik nya tetapi mengelolanya menjadi barang yang lebih baik,漸jarnya.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9, Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui penerapan demonstrasi langsung dalam pembuatan eco-enzyme menunjukkan adanya transfer inovasi teknologi tepat guna kepada masyarakat. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13, Penanganan Perubahan Iklim. Pembuatan eco-enzyme diperkenalkan sebagai solusi nyata untuk menanggulangi emisi gas metana tersebut di Desa Sukosari. Melalui sosialisasi dan demonstrasi, mahasiswa BBK 7 51动漫 berharap warga Desa Sukosari dapat mengingat dan menerapkan edukasi yang diberikan.
Penulis: Philipus Marouw Noach





