UNAIR NEWS – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti SDN Maindu dengan adanya program edukatif CERITA (Ceria, Riang, Tambah Ilmu Anak) yang diadakan oleh Mahasiswa BBK 7 UNAIR dengan tujuan untuk menumbuhkan minat baca, melatih keberanian berbicara, serta menanamkan nilai-nilai anti-bullying kepada anak anak tepatnya siswa sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya relevansi poin ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas dan poin ke-16 yaitu Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Program ini dilaksanakan dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Kegiatan diawali dengan mengajak anak-anak untuk menyimak film anak 淛umbo yang mengangkat pesan moral tentang pentingnya sikap saling menghargai dan menolak perundungan. Setelah itu, mahasiswa BBK menyampaikan materi secara sederhana mengenai bullying, meliputi contoh perilaku yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak buruk yang ditimbulkan. Penyampaian dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga siswa dapat mengikuti dengan baik. Selain itu, siswa diberi kesempatan untuk menjelaskan kembali isi film maupun materi dengan kata-kata mereka sendiri yang bisa menjadi sarana latihan public speaking untuk mendukung peningkatan rasa percaya diri dan keberanian anak-anak dalam menyampaikan pendapat di depan umum.
Tidak hanya itu, program CERITA juga menghadirkan pojok baca sederhana yang dilengkapi dengan buku bacaan anak, rak buku, serta dekorasi ramah anak. Kegiatan membaca bersama dan storytelling ini menjadi cara penting untuk menumbuhkan dan memperkuat minat baca sejak dini. Guru-guru SDN Maindu berperan aktif sebagai fasilitator, mendampingi siswa dan memastikan kegiatan dapat berjalan kondusif. Kolaborasi antara mahasiswa BBK, pihak sekolah, dan siswa menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, kondusif, dan menyenangkan.
Program CERITA tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Desa Maindu, tetapi juga menanamkan nilai perdamaian, empati, dan sikap saling menghargai. Hal ini menjadi langkah nyata dalam mendukung implementasi SDGs di tingkat lokal, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Penulis: Tiara Putri Analia





