Limbah udang berupa cangkang dari proses molting dapat dimanfaatkan sebagai sumber nano kitosan. Nanokitosan dapat digunakan untuk mengadsorbsi bahan pencemar logam berat. Penelitian ini dilakukan untuk mengekstrak kandungan kitosan dari cangkang udang dan mengetahui kemampuan nano kitosan dalam mengadsorbsi logam Fe. Penelitian dimulai dengan mengisolasi kitin dan kitosan dari kulit udang melalui proses deproteinisasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Kitosan yang diperoleh selanjutnya dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). Selanjutnya, metode glassy ionic digunakan untuk mensintesis nano kitosan. Nano kitosan dikarakterisasi menggunakan scanning electron microscope (SEM), dan kemampuan adsorpsi logam Fe diukur dengan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS).
Hasil FTIR menunjukkan bahwa cangkang udang yang disintesis berhasil membentuk senyawa kitin dengan penampakan gugus fungsi C-O-C, sedangkan senyawa kitosan dengan penampakan gugus O-H dan N-H. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan bahwa nano kitosan dengan ukuran 173,71 nm berhasil dibentuk dengan morfologi yang identik berupa posisi datar (spherical), memanjang, dan tidak beraturan. Nano kitosan yang dihasilkan jugam mampu menyerap larutan Fe hingga 81,35%. Oleh karena itu, nano kitosan dari kulit udang sangat cocok sebagai adsorben logam berat Fe. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cangkang udang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk mengurangi bahan pencemar logam berat dari perairan.
Penulis: Muhamad Amin, Departemen Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Unviersitas Airlangga
Sumber: Kurniawidi, D. W., Alaa, S., Nurhaliza, E., Safitri, D. O., Rahayu, S., Ali, M., & Amin, M. (2022). Synthesis and Characterization of Nano Chitosan from Vannamei Shrimp Shell (Litopenaeus vannamei).Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan,听14(2), 380-387.
Link:





