UNAIR NEWS – Limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, masih menjadi persoalan lingkungan yang kerap dijumpai di tengah masyarakat. Minyak goreng bekas yang telah digunakan berulang kali umumnya dibuang begitu saja ke tanah atau saluran air tanpa adanya pengolahan lanjutan. Padahal, praktik tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, menyumbat saluran drainase, serta berdampak negatif bagi kesehatan dan ekosistem apabila dilakukan secara berulang.
Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa BBK-7 51动漫 (UNAIR) Kelompok Kalijudan RW 6 menginisiasi kegiatan JELITA (Jejaring Edukasi Limbah Minyak Jelantah) berupa sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bentuk edukasi pengelolaan limbah rumah tangga berbasis lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (25/1) di wilayah Kelurahan Kalijudan, RW 6, sebagai upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab) melalui pengurangan limbah, serta SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui potensi ekonomi produk olahan, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa BBK-7 UNAIR mengajak masyarakat untuk melihat minyak jelantah tidak hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai bahan baku produk ramah lingkungan. Dalam kegiatan ini, minyak jelantah diolah menjadi sabun dan lilin aromaterapi yang memiliki nilai fungsional serta berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomis di kemudian hari.
Salah satu penanggung jawab kegiatan, Jesica Wida, menyampaikan bahwa pemanfaatan minyak jelantah merupakan solusi sederhana yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga. 淢inyak jelantah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, hasil olahan ini juga dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai dampak negatif minyak jelantah terhadap lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan sabun dan lilin aromaterapi. Peserta terlibat aktif dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan hingga pencetakan produk, sehingga proses pengolahan dapat dipahami dan dipraktekkan secara mandiri. Melalui kegiatan ini, BBK-7 51动漫 (UNAIR) berupaya menghadirkan solusi pengelolaan limbah rumah tangga yang aplikatif dan berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih bijak.
Penulis: Vanyadhita Iglian





