51动漫

51动漫 Official Website

Lolos Pendanaan BI, Mahasiswa Sasindo Resmi Terima Dana Riset Nasional

Muhimatul Khoiriyah Bersama Pembimbing dan Penguji Ketika Menjalani Sidang Akhir Atas Riset yang Didanai oleh Bank Indonesia. (Foto: Istimewa)
Muhimatul Khoiriyah Bersama Pembimbing dan Penguji Ketika Menjalani Sidang Akhir Atas Riset yang Didanai oleh Bank Indonesia. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Mahasiswa Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) UNAIR resmi menerima pendanaan Bantuan Penelitian (Banlit). Muhimatul Khoiriyah yang akrab disapa Hima, berhasil menembus program Banlit Bank Indonesia (BI). Bantuan tersebut menjadikan tugas akhirnya mendapat bantuan dana oleh salah satu lembaga berpengaruh di Indonesia.

Sejak awal, Hima memiliki satu tujuan yaitu skripsinya tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri atau UNAIR, tetapi bermanfaat untuk pihak lain juga. Ia menemukan program BI tersebut dan mendaftar melalui skema Banlit Reguler (Perluasan). Skema tersebut membuka peluang untuk mahasiswa di luar Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk mendaftar.

Muhimatul Khoiriyah, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia penerima program bantuan penelitian Bank Indonesia 2025. (Foto: Istimewa)
Bukan Jurusan Ekonomi Menjadi Peluang

Topik yang digunakan untuk riset ini tergolong masih baru yaitu mengenai hoaks yang mengatasnamakan Bank Indonesia melalui pendekatan linguistik forensik. Setiap tahun, Bank Indonesia menerbitkan klarifikasi mengenai berita hoaks yang beredar di masyarakat. Hal tersebut menandakan bahwa serangan palsu tidak berhenti. 淗oaks yang mengatasnamakan Bank Indonesia terus muncul dengan berbagai modus, bahkan mengimitasi otoritas Bank Indonesia. Yang bisa mengkaji ini adalah dari linguistik forensik karena hoaks berbentuk naratif terang Hima.

Proses seleksi yang ia jalani tidak mudah. Ia harus mengejar proses riset dan penulisan dalam waktu dua bulan. Setelah proses tersebut, proposal dikumpulkan melalui PIC Banlit UNAIR dan direview secara anonim oleh tim reviewer BI dan pihak eksternal. Menurutnya, proses review secara anonim justru meningkatkan peluang karena dinilai murni berdasarkan riset tanpa melihat identitas mahasiswa maupun nama kampus. Hima lolos pada Desember 2025 dan menerima pendanaan tahap pertama sebanyak 50% pada Februari 2026.

Keberdampakan Banlit 

Dampak pendanaan tahap pertama tersebut langsung membantu proses penelitiannya. Ia mengakses jurnal berbayar, membeli buku referensi baik elektronik maupun cetak tanpa memikirkan keterbatasan biaya. Pendanaan tahap kedua sebesar 50% pada Juni 2026 setelah program selesai. 淪eneng banget. Harapan awal itu terwujud, skripsi aku tidak hanya berdampak bagi diri aku sendiri, tapi juga bisa memberikan sumbangan keilmuan ke Bank Indonesia, ujar mahasiswa FIB tersebut.

Hima berharap riset yang ia lakukan dapat membantu BI dalam dua hal yaitu memberi efek jera kepada pembuat hoaks dalam perspektif linguistik forensik serta membekali masyarakat untuk bisa mengenali ciri-ciri informasi palsu yang mengatasnamakan Bank Indonesia. Kepada mahasiswa UNAIR, Hima berpesan untuk tidak membatasi diri karena jurusan. Program Banlit BI terbuka untuk semua bidang ilmu. Justru perbedaan tersebut menciptakan peluang yang bermanfaat.

Penulis: Yongki Eka Cahya
Penyunting: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT