UNAIRNEWS Upaya pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi dilakukan melalui kegiatan ABRI Jagung (Arang Briket dari Bonggol Jagung) yang digelar di Balai Desa Sugeng, Mojokerto, pada Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa BBK 7 51动漫 sebagai bagian dari program Kampus Berdampak, sekaligus mendukung pencapaian SDGs 9: Industry, Innovation, and Infrastructure, SDGs 8: Decent Work and Economic Growth, serta SDGs 1: No Poverty.
Kegiatan ini menyasar warga dan petani Desa Sugeng sebagai upaya mengolah bonggol jagung攕isa hasil pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan攎enjadi arang briket sebagai bahan bakar alternatif. Dalam pelaksanaannya, Mahasiswa BBK 7 51动漫 bertindak sebagai pemateri sekaligus pelaksana dengan memberikan edukasi dan demonstrasi proses pembuatan arang briket dari bonggol jagung.
Para peserta diperkenalkan pada tahapan produksi arang briket, mulai dari proses pembakaran bonggol jagung, pengeringan, hingga pencetakan briket. Inovasi ini bertujuan menciptakan produk yang ramah lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi petani lokal, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Penanggung jawab kegiatan, Athallah Raihanalif Mundirin, menyampaikan bahwa program ABRI Jagung diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. 淢elalui pemanfaatan bonggol jagung, petani tidak hanya mengurangi limbah organik, tetapi juga berpeluang memperoleh penghasilan tambahan dari penjualan arang briket, ujarnya.
Selain memberikan dampak ekonomi, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dengan mendorong gaya hidup ramah lingkungan. Program ini sejalan dengan komitmen 51动漫 melalui Kampus Berdampak dalam menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ABRI Jagung, Mahasiswa BBK 7 51动漫 berharap inovasi ini dapat diterapkan secara lebih luas oleh masyarakat Desa Sugeng sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan sesuai dengan target SDGs 1, 8, dan 9.
Penulis : Naufal HR





