UNAIR NEWS – Rabhindra Javier Hariri Darussalam, mahasiswa Kedokteran 51动漫, berhasil meraih gelar Juara 2 dalam ajang Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia yang berlangsung pada Minggu (9/11/2025). Kompetisi ini bertujuan untuk memilih perwakilan mahasiswa kedokteran yang mampu mengadvokasi isu-isu kesehatan. Pada kompetisi ini, Javier menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa kedokteran di Indonesia.
Pemilihan Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia adalah program perdana dan yang pertama kalinya di Indonesia dalam mencetak representasi mahasiswa kedokteran secara nasional. Duta Mahasiswa Kedokteran akan menjalankan fungsi 3P, yaitu Pelopor, Promotor, dan Pelapor.
Program pemilihan Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia ini memiliki tahapan seleksi yang ketat. Bermula mulai dari Seleksi Peserta, Seleksi Semifinalis, Pra-Karantina, Karantina, hingga Grand Final. Setiap peserta melewati tahap ujian, tidak hanya melalui kemampuan public speaking dan pengetahuan kedokteran, tetapi juga kemampuannya dalam mengadvokasi isu-isu penting yang sedang hangat di kalangan mahasiswa kedokteran Indonesia.
Seleksi yang Ketat dan Pembekalan Materi
Javier mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti ajang ini adalah untuk memberikan wadah bagi suara mahasiswa kedokteran yang selama ini kurang terdengar. “Sebagai mahasiswa kedokteran, saya merasa perlu menjadi perantara bagi suara mahasiswa kedokteran di Indonesia, serta berperan dalam menciptakan masa depan yang lebih sejahtera bagi mahasiswa kedokteran dan dunia kesehatan. Saya ingin menjadi representasi yang baik bagi mahasiswa kedokteran yang ideal,” ujar Javier.
Proses seleksi yang Javier jalani terbilang ketat. Mulai dengan seleksi registrasi dan pembuatan video profil, hanya 28 peserta yang lolos ke tahap semifinal. Dalam tahap semi final, Javier menjalani serangkaian tes, termasuk wawancara mengenai public speaking, bahasa Inggris, serta studi kasus, dan membuat video edukasi mengenai isu pemerataan distribusi dokter di Indonesia. Berkat perjuangan dan dedikasinya, Javier berhasil melaju ke 20 besar finalis, yang terbagi dalam 10 pasang peserta.
Rangkaian seleksi semakin menantang saat Javier menjalani pembekalan dan karantina yang meliputi materi public speaking, kepemimpinan, public relation, dan social branding. Pada tahap final, Javier dan pasangannya mengangkat isu kesehatan mental mahasiswa kedokteran sebagai topik advokasi. 淜esehatan mental mahasiswa kedokteran memang menjadi masalah yang penting, dan kami ingin mengangkat isu ini agar lebih banyak perhatian diberikan terhadap kesejahteraan mental mahasiswa di bidang ini, jelas Javier.
Makna Kemenangan Bagi Javier
Namun, perjalanan Javier dalam kompetisi ini tidak tanpa tantangan. “Tantangan terbesar bagi saya adalah rasa percaya diri. Saya berkompetisi dengan peserta lain yang memiliki pengalaman lebih dalam bidang akademik dan pageant, yang awalnya membuat saya merasa kurang percaya diri. Selain itu, waktu yang sangat terbatas karena harus bersaing dengan kegiatan lain juga menjadi tantangan. Manajemen waktu adalah kunci agar saya bisa mengikuti seluruh proses seleksi dengan optimal,” ungkap Javier.
Namun, tantangan tersebut berhasil diatasi berkat dukungan dari peserta lain dan kerabat terdekatnya. “Saya merasa semakin percaya diri ketika mengikuti proses seleksi bersama peserta lain yang sangat suportif. Dukungan dari keluarga dan teman-teman juga sangat penting, memberikan saya rasa percaya diri yang lebih baik,” tambahnya.
Setelah melalui rangkaian seleksi yang panjang, dari pembuatan video edukasi, wawancara, hingga tantangan di karantina, akhirnya Javier berhasil melaju ke Top 6 dan meraih Juara 1 Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia 2025. Ini menjadi pencapaian luar biasa yang membawa nama 51动漫 ke tingkat nasional.
Penulis: Saffana Raisa Rahmania
Editor: Ragil Kukuh Imanto





