UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK 7 51动漫 melaksanakan program Diversifikasi Olahan Ikan Mujair di Balai Desa Ngambeg, Kabupaten Lamongan, pada Rabu (21/1/2026) pukul 10.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh 43 ibu-ibu PKK Desa Ngambeg yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir.
Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Desa Ngambeg yang mayoritas bekerja sebagai petani tambak ikan mujair. Pada musim panen tertentu, harga ikan mujair kerap mengalami penurunan sehingga sebagian hasil panen kurang terserap pasar. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa BBK 7 untuk menghadirkan solusi melalui pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi menjadi ciri khas desa.
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk demonstrasi praktik pengolahan ikan mujair menjadi dimsum ikan, yang dipandu langsung oleh mahasiswa BBK 7 dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Ibu-ibu PKK tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga turut terlibat aktif dalam proses memasak mulai dari pengolahan bahan hingga penyajian dimsum ikan.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Ishommuddin, menyampaikan bahwa diversifikasi olahan ikan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil tambak. 淢elalui pengolahan ikan mujair menjadi dimsum, kami ingin menunjukkan bahwa hasil tambak tidak hanya dijual mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan memiliki peluang usaha, ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Desa BBK 7 Ngambeg, Muhammad Rayhan Fahrezi, berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. 淜ami berharap ibu-ibu PKK dapat mengembangkan olahan ikan mujair ini secara mandiri sehingga ke depan dapat menjadi produk unggulan Desa Ngambeg dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, tuturnya.
Salah satu peserta kegiatan, Eni, warga Desa Ngambeg, mengaku kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan baru yang bermanfaat.
淜egiatan ini sangat menambah ilmu saya, terutama tentang cara mengolah ikan supaya lebih bernilai dan punya peluang usaha. Saya bahkan mencatat resep dan tata cara pembuatannya supaya nanti bisa dipraktikkan sendiri di rumah, ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 51动漫 turut mendukung SDGs 1 (No Poverty) dengan mendorong peningkatan nilai ekonomi hasil perikanan, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan usaha lokal, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan. Berita ini mendukung SDG 1 (No Poverty), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Penulis : Viona Arfinelly





