UNAIR NEWS – Menjaga kesehatan mental ternyata bisa melalui unsur kebudayaan, salah satunya melalui revitalisasi kesenian ludruk. Gagasan inilah yang mengantarkan lima mahasiswa 51动漫 (UNAIR) lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Sosial Humaniora (RSH) 2025 di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DiktiSaintek).
Tim bernama Ludruk Pride ini memiliki anggota yang terdiri dari Tony Gunawan, Nafiesa Zahra, Lailatul Qiroati, Raja Van Den Bosh Sihotang, dan Kanina Hitasukha dengan dosen pembimbing Noven Suprayogi SE MSi Ak. Gagasan utama tim ini adalah merevitalisasi ludruk yang tak hanya sebagai pertunjukan tradisional Surabaya, namun juga bermanfaat sebagai media psikoedukasi untuk kesehatan mental remaja.
Melalui pendekatan expressive arts therapy (EXA), ludruk juga akan menjadi daya tarik wellness tourism yang mendukung ekonomi kreatif lokal. 淢asalah spesifik yang ingin kami selesaikan adalah menurunnya minat dan kepedulian remaja terhadap ludruk di tengah gaya hidup modern. Sekaligus tingginya angka gangguan kesehatan mental pada remaja di Surabaya, jelas Nafiesa.
Pendekatan Holistik
Terinspirasi dari keprihatinan pudarnya eksistensi ludruk di kalangan generasi muda terutama di Surabaya, Ludruk Pride ingin menggali peluang integrasi budaya dan kesehatan mental dalam satu model inovatif. Model ini bisa mendorong pelestarian budaya, peningkatan kesejahteraan remaja, serta pertumbuhan sektor seni pertunjukan dan ekonomi kreatif daerah.
淜ami menemukan bahwa pendekatan EXA tengah berkembang dalam ranah psikologi sebagai metode terapi yang efektif. Selain itu, tren wellness tourism global juga membuka peluang untuk mengangkat ludruk sebagai daya tarik wisata berbasis penyembuhan emosional, ucapnya.
Berbeda dengan penelitian yang telah ada, Nafiesa menyebutkan bahwa timnya menawarkan keunggulan dalam penelitiannya dengan pendekatan yang holistik dan integratif. 淒engan pendekatan lintas disiplin, riset ini tidak hanya mempertahankan nilai tradisi. Tetapi juga menawarkan inovasi berbasis budaya untuk menjawab isu kesehatan mental dan peluang pariwisata berkelanjutan di Surabaya, imbuhnya.
Kontribusi Berkelanjutan
Melalui pendekatan secara menyeluruh, Nafiesa menyebutkan penelitian ini mampu memberikan dampak konkret. Khususnya bagi remaja dalam mengelola rasa stres yang dialami. 淪ecara praktis, penelitian ini mampu membantu remaja semester akhir mengelola stres melalui seni budaya lokal. Di sisi lain, pelaku ludruk bisa memperoleh panggung baru yang lebih relevan dan produktif. Pemangku kebijakan dan sektor pariwisata mendapatkan acuan dalam merancang program berbasis kearifan lokal, sebutnya.
Nafiesa dan tim berharap penelitian ini bisa terus dikembangkan mengingat potensi besar untuk memberi kebermanfaatan kepada masyarakat luas dan kontribusi berkelanjutan. 淒engan pendekatan yang inovatif dan kontekstual, budaya tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga bertransformasi menjadi solusi nyata bagi tantangan sosial dan ekonomi masa kini, pungkasnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Yulia Rohmawati





