UNAIR NEWS – Desa Prambangan di Kabupaten Gresik memiliki potensi tambak yang sangat besar, terutama untuk budidaya ikan bandeng, yang bisa menjadi penggerak utama perekonomian warga setempat. Sayangnya, selama ini hasil tambak lebih banyak dijual mentah ke pabrik atau pasar tradisional, sehingga nilai tambah ekonominya belum maksimal. Hal ini memotivasi mahasiswa BBK-7 UNAIR Desa Prambangan untuk menggelar program pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan dan demonstrasi pembuatan nugget dari ikan bandeng, guna memaksimalkan potensi lokal.
Persiapan program dilakukan dengan berkoordinasi bersama perangkat desa dan pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Prambangan sebagai mitra utama. PKK dipilih karena perannya yang aktif dalam memberdayakan masyarakat, ditambah rutinitas pertemuan bulanan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas ekonomi. Pelatihan ini sengaja dijadwalkan berbarengan dengan pertemuan rutin PKK, sehingga bisa menyatu sebagai inovasi pengolahan makanan dari sumber daya lokal.
Ketua PKK Desa Prambangan mengungkapkan bahwa pengolahan bandeng masih sangat terbatas. 淧otensi bandeng paling potensial untuk diolah, tapi selama ini kami hanya jual ke pabrik atau eceran di pasar, tak pernah kepikiran cara lain, katanya. Berkat pelatihan ini, warga mendapatkan pengetahuan baru soal pengolahan hasil tambak yang lebih bernilai ekonomi.
Kegiatan berlangsung melalui demonstrasi pembuatan nugget ikan bandeng, yang disambut antusias oleh para ibu PKK. Peserta dibagi menjadi kelompok kecil beranggotakan dua orang untuk mendorong kolaborasi dan keterlibatan aktif. Selain latihan teknik pengolahan, mereka juga diajak berkreasi membentuk nugget dengan pola-pola menarik. Sebagai penghargaan, panitia menyediakan paket sembako untuk kelompok dengan cetakan paling inovatif.
Program ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, lewat peningkatan skill masyarakat serta penguatan UMKM berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.





