UNAIR NEWS – Pecahkan masalah pada PT AIZEN Inovasi Mobilitas, Mahasiswa UNAIR raih 2nd Runner – Up pada Business Case Competition. Kompetisi internasional tersebut diselenggarakan oleh Techno Entrepreneur Club ITB. Berlangsung Kamis-Jumat (24-25/7/2025), kompetisi tersebut bertempat di Institut Teknologi Bandung.听
Tim tersebut merupakan kolaborasi dua perguruan tinggi. Terdiri dari tiga mahasiswa, tim tersebut beranggotakan Reza Nafi Rizqi Musyaffa (), Farrel Indra Nadhif Islami Fizhar (), dan Nadia Lovely (Institut Teknologi Sepuluh Nopember).
Masalah Perusahaan
Pada perlombaan tersebut kasus yang harus terpecahkan adalah mengenai perusahaan AIZEN Mobility. Perusahaan ini berhasil memposisikan diri sebagai pemain utama electric vehicle finance company terkemuka di Asia Tenggara. Khususnya di segmen Bussiness to Bussiness (B2B), salah satunya adalah Indonesia.
淧erusahaan tersebut telah membiayai lebih dari 6.000 unit kendaraan dan menempuh lebih dari 45 juta KM perjalanan, menunjukkan traksi pasar yang signifikan. Bahkan mereka sudah memiliki kemitraan yang kuat dengan platform mobilitas besar. Seperti Grab dan Gojek, ujar Reza Nafi Rizqi Musyaffa atau yang akrab disapa Afa.
Masalah yang menjadi fokus AIZEN saat ini adalah pada klien formal dan matang secara digital membatasi ekspansi regionalnya. Selain itu, ekosistem EV Asia Tenggara yang terfragmentasi, dengan berbagai segmen pelanggan yang tidak memiliki kesiapan digital dan akses kredit yang memadai membuatnya sukar menembus pasar Business to Customer (叠2颁).听
Strategi ADAPT
Case tersebut memunculkan ide yang cemerlang dari Afa dan tim. Afa menjelaskan bahwa mereka menemukan tiga solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Solusinya berupa ADAPT (AIZEN Dynamic Adoption & Penetration Thrust) Strategy.听

Solusi yang pertama ialah adaptive financial modeling. Pada strategi ini Afa dan tim melakukan perubahan pada model financing AIZEN kepada market B2B atau B2C. 淧ada solusi ini kami membuat model pembiayaan yang awalnya cicilan kaku menjadi opsi yang lebih fleksibel. Dengan menyesuaikan penghasilan yang dimiliki, jelasnya.听
Solusi yang kedua bernama digital ecosystem platform. Pada solusi ini memungkinkan AIZEN memiliki aplikasi yang tertanam pada platform seperti Gojek dan Grab. Sehingga, fitur ini tertanam pada aplikasi Gojek dan Grab, bertujuan untuk customer relationship management dan customer database system.听
Solusi yang terakhir adalah partnership led market penetration, di dalamnya terjalin partnership dengan marketing channel. Seperti bengkel-bengkel dan juga melakukan marketing campaign dengan KOL seperti selebritas.
Afa mengatakan pada solusi ketiga ini, terdapat pengelompokan negara yakni grup A terdiri dari Singapore, Thailand dan Vietnam; grup B Indonesia, Malaysia, dan Filipina; grup C Brunei, Laos, serta Myanmar. 淪etiap grup ini terbentuk karena memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga penanganannya pun berbeda, tutur Afa.
Pada grup A memiliki infrastruktur EV yang sudah memadai sehingga campaign-nya bisa secara luas. Grup B memiliki infrastruktur EV yang hanya ada di kota-kota besar sehingga dimulai pada kota besar terlebih dahulu. Grup C memiliki infrastruktur EV yang belum memadai sehingga grup C akan dilakukan campaign pada fase terakhir.
Penulis: Rizma Elyza
Editor: Yulia Rohmawati





