51动漫

51动漫 Official Website

Memahami Peran Keuangan Islam dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Melalui Kajian Literatur

Ekonomi hijau telah menjadi solusi global untuk mengatasi berbagai krisis, dari krisis keuangan hingga perubahan iklim, termasuk dampak pandemi COVID-19. Perjanjian Paris 2015 memotivasi negara-negara di dunia untuk mengadopsi konsep ekonomi berbasis lingkungan. Green Sukuk sebagai instrumen keuangan Islam hadir sebagai alternatif dalam mendukung proyek keuangan hijau.

Sukuk dianggap sebagai instrumen keuangan yang memiliki potensi untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi suatu negara. Sukuk telah tumbuh pesat di berbagai negara sebagai alternatif pengganti obligasi konvensional, terutama prinsipnya yang fokus pada investasi bebas bunga (riba). Green Sukuk, hadir setelah satu dekade penerbitan Green Bond oleh European Investment Bank pada tahun 2007, yang memiliki pertumbuhan signifikan dengan investasi besar dalam proyek energi terbarukan. Green Sukuk sendiri dianggap sebagai inovasi baru yang mengintegrasikan keuangan Islam dan keuangan hijau sebagai suatu instrumen investasi.

Walaupun Green Sukuk dan Green Bonds memiliki kemiripan dalam penggunaan dana untuk investasi proyek hijau yang memberikan manfaat positif terhadap pembangunan lingkungan, namun keduanya memiliki perbedaan signifikan. Green Sukuk berbeda dalam segi struktur underlying assets, kejelasan kepemilikan aset dan perpindahannya, serta penerapan sistem risk-sharing. Sementara Green Bonds adalah utang kontraktual yang diterbitkan tanpa underlying assets dan pembayaran kupon periodik yang bersifat tetap. Di sisi lain, salah satu keunikan utama Green Sukuk adalah memberikan hak kepada investor atas kepemilikan aset atau manfaat tertentu dari aset dan proyek. Proyek-proyek pendanaan Green Sukuk melibatkan sektor-sektor kunci, seperti energi terbarukan dan penanganan perubahan iklim.

Tim peneliti dari Departemen Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 51动漫, telah melakukan kejian literatur terstruktur pada jurnal-jurnal bereputasi terindeks Scopus untuk menggali potensi dan implikasi Green Sukuk. Penelitian ini diakui sebagai tinjauan literatur pertama yang secara struktural mengeksplorasi tentang Green Sukuk secara komprehensif. Seleksi jurnal dilakukan secara ketat dengan memfokuskan pada publikasi yang terindeks Scopus dan terlindungi dari praktik penerbitan predatory journal. Dengan pendekatan metodologi ini, penelitian berhasil mengidentifikasi 7 artikel terbaik dari 118 artikel yang telah diterbitkan dari periode 2015 hingga 2022. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya pada jurnal internasional berepuratasi yang menyajikan keandalan dan kualitas informasi.

Temuan penelitian memberikan gambaran yang menarik tentang tren penelitian Green Sukuk. Diketahui bahwa sebanyak 50% penelitian ini didominasi oleh pendekatan kualitatif teoritis. Sementara itu, penelitian dengan pendekatan kuantitatif atau empiris masih berada di bawah angka 30%, diikuti oleh mixed method. Hasil penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa Green Sukuk banyak membahas Sustainable Development Goals (SDGs) dan isu-isu lingkungan, khususnya perubahan iklim, dampak COVID-19, dan pelaporan keuangan hijau.

Penelitian ini menyuguhkan 2 implikasi praktis yang signifikan. Pertama, kebijakan pemerintah dapat memainkan peran penting dalam mendorong penerbitan Green Sukuk. Ini mencakup upaya untuk mengendalikan dampak negatif perubahan iklim global. Pentingnya kebijakan pemerintah dalam mendukung penerbitan Green Sukuk menjadi sorotan utama. Dukungan terhadap program SDGs 2030, khususnya untuk mengatasi dampak perubahan iklim global, menjadi tujuan utama. Kedua, hasil penelitian ini memberikan landasan bagi penelitian lebih lanjut. Menjelajahi aspek-aspek empiris dapat membantu investor dan pembuat kebijakan dalam memahami lebih baik pasar modal sukuk. Kedua, hasil tinjauan ini memberikan landasan bagi penelitian lebih lanjut. Peneliti dapat merujuk pada penelitian ini untuk menjelajahi lebih dalam tentang hubungan Green Sukuk dengan SDGs.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya edukasi tentang Green Sukuk melalui media sosial. Langkah proaktif dari pemerintah, pembuat kebijakan, dan pihak terkait diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang Green Sukuk. Hal ini akan mendukung pertumbuhan pasar Green Sukuk secara signifikan.

Dengan berkembangnya Green Sukuk sejak Perjanjian Paris 2015, instrumen keuangan ini telah menjadi pilihan utama beberapa negara dalam penyelesaian dan mitigasi dampak perubahan iklim. Tinjauan literatur ini menggarisbawahi pentingnya pemahaman mendalam terhadap Green Sukuk dan menyoroti bahwa lebih banyak penelitian empiris dibutuhkan untuk memandu investor di pasar modal sukuk. Implikasi kebijakan juga menciptakan panggung bagi pemerintah untuk berperan aktif dalam mendukung penerbitan Green Sukuk. Dalam era di mana kesadaran lingkungan semakin tumbuh, Green Sukuk menjadi harapan baru dalam membangun masa depan yang berkelanjutan, menanggapi berbagai krisis global dengan solusi keuangan Islam yang inovatif.

Jurnal: A structured literature review on green sukuk (Islamic bonds): implications for government policy and future studies

AKSES CEPAT