Organizational Citizenship Behavior (OCB) merupakan topik penelitian yang paling banyak dipelajari dalam bidang perilaku organisasi. Hal ini tidak mengherankan karena setiap organisasi menginginkan para anggotanya selalu berusaha untuk kepentingan organisasi. Upaya tersebut meliputi tugas pokok dan tugas tambahan. Perbuatan anggota organisasi melebihi tugas pokoknya, sehingga dapat dikatakan OCB.
Lebih lanjut, OCB berarti sebagai perilaku diskresi individu, tidak diakomodasi oleh kompensasi formal dan dilakukan untuk mendukung fungsi organisasi. Melalui definisi tersebut dapat diketahui bahwa OCB yang dilakukan oleh anggota organisasi bertujuan untuk menunjang fungsi organisasinya, baik dalam situasi normal maupun tidak normal. Keadaan normal yang dimaksud adalah tidak adanya hal-hal yang berpotensi menghambat organisasi dalam menjalankan fungsinya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi memiliki dinamika yang berbeda-beda, termasuk berada dalam situasi yang menghambat fungsinya.
Salah satu organisasi yang mengalami situasi tidak normal adalah Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia. Pada tahun 2012 hingga 2020, rata-rata daya tampung warga binaan lembaga pemasyarakatan di Indonesia mencapai 152%. Jumlah narapidana yang sebanyak 206.410 orang tersebut tidak sebanding dengan kapasitas maksimal lembaga pemasyarakatan di Indonesia yang hanya mencapai 135.561 orang. Selain kapasitas, situasi abnormal lain yang menjadi permasalahan lembaga pemasyarakatan di Indonesia adalah jumlah petugas yang jauh tidak sebanding dengan jumlah narapidana. Pada tahun 2020, jumlah petugas lembaga pemasyarakatan di Indonesia sebanyak 33.745 orang, sedangkan jumlah narapidana mencapai 249.139 orang. Oleh karena itu, satu petugas harus menjaga tujuh warga binaan.
Berdasarkan pemaparan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh langsung kepribadian proaktif terhadap OCB dan peran mediasi kepuasan kerja dan komitmen afektif dalam pengaruh tersebut. Hal ini penting dilakukan karena masih sedikit, jikapun ada, penelitian empiris yang menguji dan menganalisis peran mediasi kepuasan kerja dan komitmen afektif terhadap pengaruh kepribadian proaktif terhadap OCB dalam satu model. Oleh karena itu, masih terdapat kesenjangan dalam literatur mengenai dampak kepribadian proaktif terhadap OCB dengan mediasi kepuasan kerja dan komitmen afektif. Selain itu, penelitian sebelumnya mengenai OCB belum banyak dilakukan di bidang keamanan publik khususnya di lembaga pemasyarakatan. Dengan demikian, penelitian ini menjadi semakin penting untuk dilakukan guna memberikan kontribusi nyata bagi lembaga pemasyarakatan di Indonesia untuk menghadapi situasi yang tidak mendukung fungsinya.
Kuesioner online digunakan untuk mengumpulkan data untuk penelitian kuantitatif ini. Kuesioner dibagikan kepada responden yang terdiri dari petugas garda depan di Lembaga Pemasyarakatan Indonesia. Petugas bertugas mengawasi keluar masuknya orang di lembaga pemasyarakatan. Oleh karena itu, perlu kehati-hatian dalam memantau gerak-gerik seseorang dan proaktif menyikapi suatu permasalahan. Namun tidak menutup kemungkinan petugas dinas kunjungan juga melakukan tindakan di luar tugas pokok dan fungsinya yaitu membantu rekan sejawat dan Lembaga Pemasyarakatan pada umumnya.
Penelitian ini membuktikan bahwa kepribadian proaktif sebagai keadaan disposisi individu tidak dapat memperkuat OCB. Hal ini terjadi karena individu dibatasi oleh situasi organisasi yang mempunyai aturan ketat. Akibatnya, proaktif individu tidak bisa langsung diwujudkan oleh OCB. Meskipun demikian, penelitian ini mengungkapkan pentingnya peran komitmen afektif dan kepuasan kerja sebagai faktor yang menjembatani kepribadian proaktif terhadap OCB.
Dalam hal ini, komitmen afektif memberikan kontribusi paling besar terhadap perilaku ekstra individu dengan kepribadian proaktif. Hasil ini juga memperkuat posisi komitmen afektif sebagai mediator yang mendahului dan konsisten dalam mempromosikan OCB. Di sisi lain, kepuasan kerja juga berperan penting sebagai fasilitator kepribadian proaktif menuju OCB. Meski tidak sebesar komitmen afektif, namun kepuasan kerja tetap memberikan pengaruh yang signifikan.
Penulis: Anis Eliyana
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
(Fostering Organizational Citizenship Behaviour: The Role of Proactive Personality, Job Satisfaction, And Affective Commitment)





