Endometriosis adalah kelainan ginekologi kronis yang ditandai dengan jaringan endometrium ektopik di luar rongga rahim, terutama menempel pada rongga perut. Kondisi ini memengaruhi sekitar 10% wanita usia reproduksi dan dikaitkan dengan nyeri panggul, infertilitas, dan respons peradangan yang signifikan. Di antara wanita dengan endometriosis, 30%“50% mengalami infertilitas, menjadikannya penyebab utama masalah kesehatan reproduksi secara global. Nyeri panggul adalah salah satu gejala endometriosis yang signifikan dan dapat bermanifestasi sebagai dismenore (kram menstruasi yang menyakitkan), dispareunia (nyeri saat berhubungan seksual), dan nyeri panggul kronis.
Patofisiologi nyeri terkait endometriosis melibatkan interaksi kompleks antara proses peradangan dan jalur saraf. Sitokin dan molekul adhesi memainkan peran penting dalam respons peradangan yang terkait dengan endometriosis. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara molekul adhesi terlarut (sE-selectin, sICAM-1, sVCAM-1) dalam serum dan cairan peritoneum dan nyeri panggul pada wanita infertil dengan endometriosis. Penelitian ini merupakan studi observasional yang melibatkan 86 wanita infertil yang menjalani laparoskopi.
Penelitian ini menemukan bahwa kadar serum sE-selectin secara signifikan lebih tinggi pada wanita dengan nyeri panggul dan berkorelasi dengan tingkat keparahan nyeri. Kadar peritoneal sE-selectin dan sICAM-1 meningkat pada wanita dengan nyeri panggul dan menunjukkan korelasi positif dengan intensitas nyeri. Nilai diagnostik dari serum sE-selectin, serum sICAM-1, dan serum sVCAM-1 berpotensi untuk membedakan kasus endometriosis dari kasus non-endometriosis. Peningkatan kadar sE-selectin dan sICAM-1 dalam serum dan cairan peritoneum dikaitkan dengan nyeri panggul pada wanita dengan endometriosis. Hasil penelitian ini menunjukkan peran sE-selectin dan sICAM-1 dalam patogenesis nyeri dan potensi sebagai penanda biologis untuk tingkat keparahan nyeri dan diagnosis penyakit endometriosis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme nyeri pada endometriosis dan memvalidasi penanda biologis baru khusuusnya sE-selectin dan sICAM-1 dalam deteksi penyakit endometriosis.
Penulis: Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R.
Link:
Baca juga: Efektivitas Terapi Laser Tingkat Rendah dalam Mengurangi Skor Nyeri





