51动漫

51动漫 Official Website

Memperkuat Layanan Kesehatan Mental Perinatal: Tantangan Profesional, Organisasi, dan Kebijakan di United Arab Emirates

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi Perinatal Mental Health (sumber: )

Kesehatan mental pada masa kehamilan hingga satu tahun setelah persalinan, yang dikenal sebagai perinatal mental health, merupakan bagian penting dari kesehatan ibu dan anak. Namun, berbagai masalah kesehatan mental pada periode ini sering kali tidak terdeteksi dan tidak tertangani dengan baik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa gangguan mental seperti depresi dan kecemasan selama masa kehamilan dapat berdampak serius pada kesehatan ibu dan bayi. Dampak tersebut meliputi peningkatan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, hingga gangguan perkembangan anak di kemudian hari. Selain itu, masalah kesehatan mental pada ibu juga dapat memengaruhi hubungan ibu dan bayi serta meningkatkan beban sosial dan ekonomi bagi keluarga dan sistem kesehatan.Ilustrasi Perinatal Mental Health (sumber: )

Penelitian kualitatif yang melibatkan 43 tenaga kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan di Uni Emirat Arab mengidentifikasi sejumlah hambatan dalam pelayanan kesehatan mental perinatal. Hambatan tersebut muncul pada berbagai tingkat, mulai dari individu tenaga kesehatan hingga sistem kebijakan kesehatan. Pada tingkat profesional, masih terdapat keterbatasan pengetahuan, pengalaman klinis, dan pelatihan terkait kesehatan mental perinatal. Banyak tenaga kesehatan merasa kurang percaya diri untuk mengidentifikasi tanda-tanda gangguan mental pada ibu hamil atau pasca melahirkan. Selain itu, stigma terhadap kesehatan mental dan kekhawatiran terhadap penggunaan obat selama kehamilan juga sering menghambat upaya deteksi dan penanganan dini.

Di tingkat organisasi pelayanan kesehatan, tantangan lain muncul berupa kurangnya protokol standar untuk skrining kesehatan mental, terbatasnya tenaga ahli, serta layanan yang masih terfragmentasi. Banyak fasilitas kesehatan belum memiliki sistem rujukan yang jelas atau layanan terintegrasi antara pelayanan kebidanan dan kesehatan mental. Waktu konsultasi yang terbatas, tingginya beban kerja tenaga kesehatan, serta keterbatasan akses terhadap spesialis kesehatan mental semakin memperparah kondisi ini. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah faktor pendukung, seperti pelatihan profesional berkelanjutan, kolaborasi multidisiplin, serta keberagaman latar belakang tenaga kesehatan yang dapat meningkatkan sensitivitas budaya dalam pelayanan kepada pasien.

Upaya memperkuat layanan kesehatan mental pada masa perinatal tidak hanya penting bagi kesehatan ibu, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan global. Penguatan sistem pelayanan kesehatan mental ibu sejalan dengan target United Nations dalam Sustainable Development Goals, khususnya SDG 3, Good Health and Well態eing yang menekankan peningkatan kesehatan ibu dan kesejahteraan masyarakat. Dengan meningkatkan pelatihan tenaga kesehatan, memperkuat sistem rujukan, serta memastikan akses layanan kesehatan mental yang terjangkau, negara dapat memperbaiki kualitas hidup ibu dan anak sekaligus mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.

Penulis: Eny Qurniyawati

Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat pada:

ElKhalil, R., Menon, P., Adam, H., Bayoumi, R., Qurniyawati, E., Masuadi, E., … & Elbarazi, I. (2026). Professional, organizational and policy-level barriers and facilitators to perinatal mental health care in the United Arab Emirates: A qualitative study. PLoS One, 21(3), e0344312.

AKSES CEPAT