Mencapai lebih dari 21% pada tahun 2023, kasus stunting di Indonesia dianggap sebagai masalah yang mengkhawatirkan. Kekurangan nutrisi berupa protein dan mineral, serta disbiosis usus, berpotensi menjadi faktor penentu yang menyebabkan kondisi memburuk. Pemberian makanan tambahan yang menggabungkan protein hewani dan nabati yang diperkaya dengan prebiotik dan probiotik dalam bentuk biskuit sandwich siap makan bermanfaat untuk mengurangi stunting. Studi ini bertujuan untuk memastikan kualitas standar, nilai gizi, tingkat daya terima, dan hasil efikasi kombinasi formula terhadap biomarker stunting pada model tikus (Rattus norvegicus). Proses penelitian meliputi pengembangan produk, evaluasi karakteristik produk, kepatuhan terhadap standar peraturan kontaminan makanan, kandungan nutrisi, uji hedonik, dan pengujian praklinis pada hewan percobaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung ikan lele, protein kedelai terisolasi, dan daun kelor yang ditambahkan prebiotik dan probiotik diklasifikasikan sebagai produk sumber protein dan kalsium tinggi dengan beragam mineral. Produk ini juga memenuhi persyaratan standar produk dan keamanan pangan. Produk ini memenuhi penerimaan panelis dengan skor rata-rata keseluruhan lebih dari 3,50 pada semua parameter. Dalam hal pengaruhnya pada tikus yang mengalami malnutrisi, biskuit ini terbukti meningkatkan berat badan dan BMI secara signifikan (p<0,05) memengaruhi kadar albumin, protein total, kalsium, dan nilai calprotectin feses, terutama pada kelompok formula biskuit yang ditambahkan dengan isian krim berbasis prebiotik atau probiotik cenderung memberikan hasil yang lebih optimal.
Penulis : Annis Catur Adi, Wizara Salisa, Noni Angelina Tazky Aulia, Ismaini Zain,
Nurhayati, Nurul Muslihah, Rina Rifqie Mariana
Dimuat di : International Journal of Food Science, Volume 2026, Article ID 8393070 (2026)





