51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Lacticaseibacillus paracasei dan Monensin terhadap Performa dan Status Antioksidan pada Ayam Broiler yang Terinfeksi Eimeria tenella

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Koksidiosis yang disebabkan oleh Eimeria tenella tetap menjadi salah satu penyakit parasit paling merugikan pada unggas, yang mengakibatkan penurunan growth performance, konversi pakan yang buruk, dan kerugian ekonomi yang signifikan, sehingga menghambat produksi unggas yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek probiotik Lacticaseibacillus paracasei, yang diberikan secara tunggal atau dikombinasikan dengan agen antikoksidial monensin, terhadap growth performance, rasio konversi pakan (FCR), dan status antioksidan pada ayam broiler yang terinfeksi E. tenella secara eksperimental. Sebanyak 125 DOC (day old chick) secara acak dibagi ke dalam lima kelompok: kontrol negative (tidak dinfeksi), kontrol positif  (dinfeksi), monensin, probiotik, dan kombinasi probiotik plus monensin. Probiotik diberikan melalui air minum (4 mL/L; 1 脳 108 CFU/mL), sedangkan monensin ditambahkan ke dalam pakan (1 g/kg). Parameter growth performance dan indikator antioksidan, termasuk aktivitas superoxide dismutase (SOD) dan kadar malondialdehyde (MDA), diukur dan dianalisis secara statistik. Pemberian bersama L. paracasei dan monensin secara signifikan (P < 0,05) meningkatkan pertambahan berat badan dan memperbaiki FCR dibandingkan dengan kelompok kontrol yang diinfeksi. Selain itu,  juga terdapat perbedaan signifikan (P < 0,05) pada perlakuan probiotik, yang menunjukkan adanya efek sinergis dari perlakuan kombinasi. Temuan ini menunjukkan bahwa suplementasi dengan L. paracasei, terutama bila dikombinasikan dengan monensin, meningkatkan efisiensi pakan, keseimbangan oksidatif, dan kinerja kesehatan secara keseluruhan pada ayam broiler yang terinfeksi E. tenella. Integrasi probiotik dengan agen antikoksidial merupakan strategi yang menjanjikan untuk produksi unggas yang berkelanjutan dan peningkatan ketahanan pangan.

Andreas Berny Yulianto, Widya Paramita Lokapirnasari*, Lilik Maslachah, Agus Sunarso, Mirni Lamid, Mohammad Anam Al-Arif, Zulfi Nur Amrina Rosyada, Rakhi Gangil, Wildan Hasibuan Amriansyah, Dwinanda Budiwardani, Ananda Wildhan Wahyu Pratama, Himatul Ilma Silfia

Link artikel:

AKSES CEPAT