Peran perempuan dalam perekonomian Indonesia semakin krusial, namun berbagai hambatan masih menghalangi langkah mereka menuju kemandirian. Mulai dari beban ganda sebagai ibu dan pencari nafkah, akses permodalan yang tidak merata, hingga minimnya literasi keuangan. Di tengah tantangan ini, riset terbaru yang dilakukan oleh para akademisi 51动漫, IAIN Madura, dan KTO Karatay University Turki menegaskan satu hal penting: Islam melalui instrumen Islamic Social Finance (ISF) zakat, infak, sedekah, dan wakaf memiliki potensi besar untuk mempercepat pemberdayaan perempuan.
Penelitian berjudul 淪trategic Solutions for Women檚 Empowerment through Islamic Social Finance in Light of Maq膩峁d Syar墨檃h: A Delphi-ANP Approach menggunakan pendekatan gabungan Delphi dan Analytic Network Process (ANP). Melalui FGD, wawancara mendalam, dan penilaian para ahli dari akademisi, regulator, dan praktisi, studi ini memetakan tiga hal penting: masalah utama yang dihadapi perempuan, tantangan dalam lembaga pengelola dana sosial Islam, dan hambatan dari sisi donatur.
Tiga masalah terbesar yang dihadapi perempuan adalah keterbatasan waktu karena peran ganda, beban psikologis sebagai ibu, dan rendahnya kemampuan pengelolaan keuangan. Di sisi lain, lembaga ISF sering menyalurkan modal tanpa pendampingan, menyalurkan program sebelum kebutuhan dasar terpenuhi, serta kurang memiliki data terintegrasi untuk evaluasi. Dari sisi donatur, masalah terbesar adalah kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya pemberdayaan perempuan dan lebih memilih penyaluran langsung tanpa melalui lembaga.
Penelitian ini juga menawarkan solusi strategis. Untuk perempuan, solusi paling mendesak meliputi pemenuhan kebutuhan dasar sebelum program dimulai, penyesuaian program dengan minat penerima, dan pelatihan literasi keuangan. Untuk lembaga ISF, solusi prioritas mencakup pembangunan kerangka pemberdayaan yang komprehensif, kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga terkait, serta penguatan kapasitas institusi. Bagi donatur, transparansi menjadi kunci mulai dari laporan real-time hingga edukasi mengenai dampak pemberdayaan perempuan.
Riset ini juga menekankan masa depan pemberdayaan perempuan berbasis ISF: integrasi data nasional, digitalisasi platform zakat wakaf khusus perempuan, hingga adopsi teknologi seperti marketplace, mobile banking, dan artificial intelligence untuk meningkatkan akses perempuan terhadap peluang ekonomi. Kesimpulannya, pemberdayaan perempuan membutuhkan pendekatan yang terstruktur, terintegrasi, dan berbasis Maq膩峁d Syar墨檃h. Dengan memperkuat tata kelola lembaga ISF, meningkatkan kepercayaan donatur, dan menyusun program yang sesuai kebutuhan perempuan, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi sekaligus mewujudkan keadilan sosial berkelanjutan.
Penulis: Tika Widiastuti, Imron Mawardi, Siti Zulaikha, H眉seyin Ergun, Zainal Abidin





