Kasus penggunaan narkoba telah membuka mata semua bangsa. Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) memperkirakan setidaknya 271 juta orang, atau 5,5% populasi dunia, berusia antara 15 dan 64 tahun pernah menggunakan narkoba. Sementara itu, Badan Narkotika Nasional Indonesia menyatakan bahwa permasalahan narkoba di tanah air memerlukan perhatian terus-menerus dan peningkatan pengawasan dari semua sektor.
Banyak lembaga pemasyarakatan menghentikan kegiatan rehabilitasi karena pembatasan akses masuk sebagai respons terhadap pandemi Covid-19. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat petugas untuk mencari solusi atau ide bagaimana agar proses rehabilitasi tetap berjalan, misalnya dengan mengubah cara kerja dan metode konseling, serta menyampaikan kendala tersebut kepada atasannya. Dengan demikian, dapat diidentifikasi bahwa petugas lembaga pemasyarakatan menunjukkan perilaku kerja proaktif.
Membangun perilaku kerja proaktif memerlukan pendekatan yang tepat yang melibatkan beberapa faktor lain. Kepribadian proaktif cenderung meningkatkan kemampuan menemukan cara baru dalam melakukan pekerjaan, termasuk ide-ide baru untuk meningkatkan inisiatif dan fungsi. Idealnya, seorang petugas memiliki kepastian batin untuk berhasil di setiap langkahnya. Selain itu, penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri yang luas karena hal ini berkaitan dengan bagaimana individu merasa bahwa mereka dapat memainkan peran yang lebih luas dan lebih proaktif. Di sisi lain, diperlukan supervisi yang suportif, yang mana mencerminkan sejauh mana supervisor menampilkan perilaku suportif dengan mendorong umpan balik dan menyuarakan keprihatinan di antara petugas. Selanjutnya, untuk menampilkan perilaku inovatif dengan melahirkan ide-ide yang tepat, petugas perlu fokus pada orientasi perubahan yang akan mengarah pada melakukan perubahan terkait kebijakan, metodologi, dan prosedur kerja yang juga terjadi pada peran di luar kewenangan dan tanggung jawab kerjanya serta membawa manfaat bagi perusahaan. organisasi. Hal ini dimaksudkan agar petugas dapat melewati proses inovasi yang diperlukan melalui perilaku kerja proaktif.
Penelitian ini tidak hanya penting untuk mengatasi permasalahan di lembaga pemasyarakatan, namun juga mempunyai konsekuensi yang signifikan terhadap hasil rehabilitasi. Melalui integrasi aspek-aspek tersebut, penelitian ini memberikan kontribusi menyeluruh terhadap perilaku petugas rehabilitasi di lembaga pemasyarakatan narkotika. Penelitian ini memberikan analisis komprehensif terhadap faktor-faktor individual dan organisasional sehingga memungkinkan kemajuan dalam prosedur rehabilitasi berkelanjutan. Hal ini menyoroti faktor-faktor penting yang dapat menumbuhkan kreativitas dalam periode yang ditandai dengan kemajuan yang berkelanjutan.
Analisis data dan pembahasan penelitian ini menyimpulkan bahwa kepribadian proaktif berpengaruh signifikan terhadap perilaku kerja proaktif, kepercayaan diri yang luas pada peran, dan orientasi perubahan. Selain itu, meskipun ada mediasi antara kepercayaan diri dan orientasi perubahan, kepribadian proaktif berdampak pada perilaku kerja proaktif. Supervisi suportif juga bermanfaat bagi perilaku kerja proaktif dan kepercayaan diri terhadap luasnya peran, tetapi memiliki pengaruh yang kecil terhadap orientasi perubahan. Ketika dimediasi oleh kepercayaan diri yang luas, supervisi suportif akan sangat berdampak pada perilaku kerja proaktif. Namun, jika dimediasi oleh orientasi perubahan, dampaknya minimal. Orientasi perubahan dan kepercayaan diri berpengaruh besar terhadap perilaku kerja proaktif.
Dengan demikian, dengan adanya pengaruh kepribadian proaktif, supervisi suportif, kepercayaan diri yang luas, dan orientasi perubahan, petugas rehabilitasi narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika dapat membangun dan meningkatkan perilaku kerja proaktif. Dengan demikian, petugas rehabilitasi di Lembaga Pemasyarakatan Narkoba dapat menjalankan tugasnya secara maksimal dengan menggunakan proses ide untuk mengembangkan ide terkait wabah Covid-19. Namun, banyak lembaga pemasyarakatan yang menghentikan operasi rehabilitasi karena larangan terhadap orang luar. Temuan penelitian ini berkontribusi signifikan dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kerja proaktif petugas rehabilitasi. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mengembangkan kepribadian proaktif, meningkatkan dukungan pengawasan, dan memperkuat kepercayaan diri dalam mencapai tujuan rehabilitasi dan memperkuat efisiensi organisasi.
Penulis : Anis Eliyana
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :





