51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Menggali Potensi Pohon Lokal untuk Obat Alzheimer: Temuan Menjanjikan dari Genus Artocarpus

Ilustrasi Alzheimer (Sumber: RS Pondok Indah)
Ilustrasi Alzheimer (Sumber: RS Pondok Indah)

Penyakit Alzheimer terus menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan, terutama karena jumlah penderitanya meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup. Hingga kini, pengobatan yang tersedia lebih banyak berfungsi meredakan gejala, sementara kebutuhan akan obat baru yang lebih efektif kian mendesak. Di tengah upaya tersebut, selama beberapa tahun terakhir kami melakukan studi untuk menelusuri potensi tumbuhan lokal sebagai sumber obat penyakit Alzheimer. Kami meneliti beberapa tanaman Artocarpus yang berasal dari Kebun Raya Purwodadi. Tanaman dari keluarga ini sangat terkenal sebagai tanaman berbuah yang dapat dikonsumsi, misalnya nangka dan sukun. Adapun tujuan penelitian yang kami lakukan bertujuan untuk menilai kemampuan ekstrak dari empat tanaman Artocarpus, yaitu Artocarpus heterophyllus, Artocarpus integer, Artocarpus rigidus, dan Artocarpus tamaran ini sebagai antioksidan sekaligus penghambat enzim kolinesterase”enzim yang berperan besar dalam menurunkan fungsi ingatan pada penderita penyakit Alzheimer.

Tumbuhan Lokal dengan Aktivitas Penghambat Enzim yang Kuat

Berdasarkan pengujian yang dilakukan ekstrak daun dan batang empat Artocarpus yang digunakan dapat menghambat dua jenis enzim, yaitu asetilkolinesterase (AChE) dan butirilkolinesterase (BChE). Ekstrak batang Artocarpus rigidus menunjukkan potensi sebagai kandidat paling kuat, dengan nilai ICâ‚…â‚€ 12,35 µg/mL pada uji AChE”angka yang menunjukkan potensi penghambatan yang tinggi. Pada uji BChE, ekstrak daun spesies yang sama memberikan aktivitas sedang dengan nilai ICâ‚…â‚€ 26,52 µg/mL. Temuan ini mengindikasikan bahwa A. rigidus, yang belum banyak dikenal masyarakat umum, dapat menjadi salah satu sumber bahan aktif baru untuk terapi Alzheimer.

Kekuatan Antioksidan yang Mendukung

Selain kemampuan menghambat enzim kolinesterase, empat ekstrak Artocarpus tersebut juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang bervariasi dari kuat hingga sedang berdasarkan uji DPPH dan ABTS. Aktivitas antioksidan yang baik penting karena stres oksidatif menjadi salah satu pemicu kerusakan sel saraf pada penderita penyakit Alzheimer.

Mengungkap Senyawa Aktif Melalui Analisis Kimia

Untuk memahami lebih jauh terkait komponen yang berpotensi baik sebagai antioksidan maupun sebagai penghambat enzim kolinesterase dari ekstrak Artocarpus rigidus, peneliti melakukan analisis kimia menggunakan LC-MS/MS. Hasilnya menunjukkan keberadaan 19 jenis senyawa flavonoid dan satu senyawa xanton dalam ekstrak batangnya. Flavonoid dikenal luas sebagai senyawa yang memiliki beragam manfaat, termasuk antioksidan dan perlindungan sel saraf.

Analisis in silico atau pemodelan komputer untuk menunjukkan bahwa dua senyawa flavonoid, yakni artorigidin C dan artoindonesianin V, menunjukkan kemampuan ikatan yang sangat baik terhadap enzim target. Bahkan, aktivitas diprediksi lebih tinggi dibandingkan obat pembanding yang sudah digunakan dalam terapi Alzheimer, seperti galantamin dan takrin.

Harapan Baru dari Keanekaragaman Hayati Nusantara

Walaupun temuan ini masih berada pada tahap awal dan memerlukan penelitian lanjutan sebelum dapat dikembangkan menjadi obat, hasilnya membuka peluang besar bagi pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia. Genus Artocarpus ternyata menyimpan potensi farmakologis yang signifikan.

Penelitian semacam ini menunjukkan betapa pentingnya eksplorasi terhadap tanaman lokal sebagai sumber inovasi. Dengan dukungan riset yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin bahwa suatu hari nanti Indonesia dapat menghasilkan obat penyakit Alzheimer dari sumber daya alamnya sendiri.

Artikel lengkap dapat diunduh melalui:

Kontributor:

Dr Suciati (Fakultas Farmasi 51¶¯Âþ)

AKSES CEPAT